Sosialisasi Kepatuhan Membayar Pajak di Kalurahan Sidomulyo Bantul

oleh -20 Dilihat
oleh

Bantul, KABARNO – Selasa, 14 Mei 2024, bertempat di Kantor Kalurahan Sidomulyo Kapanewon Bambanglipuro, Bantul Jasa Raharja menggelar sosialisasi kepatuhan membayar pajak kendaraan.

Hadir Lurah Sidomulyo, Sugiyono, SE, Penanggungjawab Jasa Raharja Samsat Bantul, Teguh Yota Fitra, serta seluruh perangkat desa Kalurahan Sidomulyo.

Sosialisasi dibuka langsung oleh Lurah Sidomulyo,  yang dengan hangat menyampaikan ucapan terima kasih karena sosialisasi kepatuhan pembayaran pajak kendaraan dan penjaminan korban kecelakaan lalu lintas, diselenggarakan di wilayahnya.

Pada kesempatan tersebut, Teguh memberikan pemahaman tentang penerimaan SWDKLLJ yang dibayarkan bersamaan pajak tahunan di Samsat dan manfaat apa saja yang didapat.

Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan dibayarkan semua pemilik kendaraan bermotor berdasarkan Undang-Undang No.34 tahun 1964 Tentang Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan.  Dana tersebut dikelola oleh Jasa Raharja untuk membantu korban laka lantas baik yang mengalami luka-luka maupun korban meninggal dunia.

“Pembayaran SWDKLLJ diwajibkan bagi setiap orang atau perusahaan yang memiliki kendaraan bermotor. Hal itu sebagaimana diatur dalam UU No 34 Tahun 1964 Jo PP No 18 Tahun 1965 tentang Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan,” jelasnya.

Teguh juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah membayar pajak dan SWDKLLJ kendaraanya tepat waktu, sehingga korban kecelakaan bisa mendapatkan hak nya sesuai aturan yang berlaku.

Dalam kesempatan itu, Teguh menginformasikan bahwa sampai dengan April 2024 PT Jasa Raharja Cabang Yogyakarta telah menyerahkan santunan korban kecelakaan sekitar 33,7 Miliar.

Besaran santunan bagi korban kecelakaan lalu lintas diatur oleh Peraturan Menteri Keuangan Nomor 15 dan 16 Tahun 2017. Mulai dari penggantian biaya ambulans Rp500 ribu, biaya P3K Rp1 juta, biaya perawatan (maksimal) Rp20 juta, santunan korban cacat tetap maksimal Rp50 juta, dan santunan meninggal dunia Rp50 juta yang diserahkan kepada ahli waris korban.

Berdasarkan dana pembayaran santunan PT Jasa Raharja, masih menurut Teguh, 40% korban didominasi oleh usia pelajar dan mahasiswa.

“Korban kecelakaan lalu lintas di Yogyakarta sebagian besar merupakan pelajar. Kecelakaan diawali dengan pelanggaran di jalan seperti menerobos lampu merah, mengemudi kendaraan bermotornya dengan kecepatan tinggi dan ugal-ugalan serta tidak menggunakan helm yang merupakan bentuk pelanggaran lalu lintas yang berakibat fatal,” katanya.

Teguh menambahkan, tidak jarang para orang tua mengizinkan anaknya memakai motor walaupun usianya belum cukup umur untuk memiliki SIM dan terampil dalam berkendara.

Diharapkan sosialisasi ini dapat memberikan pengetahuan tentang peran dan fungsi Jasa Raharja. Serta, bagaimana tata cara berlalu lintas yang baik dan berkeselamatan sehingga angka kepatuhan pembayaran pajak kendaraan dapat ditingkatkan. “Mudah-mudahan angka kecelakaan di wilayah Yogyakarta dapat berkurang,” tutup Teguh.(hir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.