Nyadran Ageng Makam Mbanaran Dibuka Lurah Tawangsari

oleh -5 Dilihat
oleh

Suara pembacaan kitab suci, sudah sejak tadi mengiringi suasana nyadran. Ini memang salah satu penanda nyadran Ageng Mbanaran. Sudah sejak pagi Kang Budi yang ahli soal pengeras suara bekerja keras untuk memasangnya.

Lalu, kloso Gumelar sudah penuh, pepak diduduki para warga Jombokan, Soronanggan, Bujidan dan Silowok. Tradisi nyadran di bulan Ruwah, memang selalu ditunggu semua orang. Tidak kurang para perantau pun merloke pulang ikut nyadran.

Menjelang jam dua siang, pak Lurah Desa Tawangsari rawuh. Artinya kenduri nyadran sudah siap dimulai. Pak Dukuh Jombokan yang menjadi tuan rumah, mengambil alih memberi panenbromo kepada para tetamu.

“Mboten ateges ngirangi kamardikan angenipun dahar cemilan, kepareng kulo matur,” kata Dukuh Jombokan, Bopo Sugiarto.

Sementara itu Lurah Tawangsari, Sigit Susetyo, menyambut penuh kegembiraan, sebab masih ada yang peduli melestarikan tradisi nyadran. “Siang meniko, kito makempal wonten ing mriki, perlu ndongakaken poro leluhur. Nyadran ugi saget nglempakaken balung pisah,” kata Pak Lurah.

Lalu, Pak Dukuh mengajak untuk memulai doa dan dzikir nyadran Ageng. “Monggo kito ndedongakaken poro leluhur, engkang wonten njeron beteng Eyang Singosari sak penderek ipun soho sedoyo leluhur ingkang sumare wonten makam mbanaran,” harapnya.(mg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.