Home / KANGBARNO / Meniko Loh, Doktor Sugeng Riyanta, Pak Jaksa Saking Galur Kulon Progo  

Meniko Loh, Doktor Sugeng Riyanta, Pak Jaksa Saking Galur Kulon Progo  

Kamis Pahing, 13 Rejeb 1954 pada penanggalan Jawa, atau bertepatan dengan tanggal 25 Februari 2021, menjadi hari baik bagi Doktor Sugeng Riyanta, SH, MH. Mantan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat ini, dilantik menjadi Asisten Pidana Umum di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

Sugeng adalah pria kelahiran  Dusun Sawahan, Kalurahan Banaran, Kapanewon Galur, Kulon Progo. Sebelum dilantik menjadi Aspidum Kejati Sumatera Utara, ia adalah  Inspektur Muda di Kejaksaan Agung.

Karir pria yang lahir pada 4 November 1972 ini, tergolong moncer. Sebelum menjadi Kepala Kejari Jakarta Pusat misalnya, Sugeng pernah menjadi  Kepala Sub Direktorat Tindak Pidana Korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung.

Sugeng Riyanta juga pernah menepati posisi Asisten Tindak Pidana Khusus (Adpidsus) Kejaksaan Tinggi Riau.

Dan, bertempat di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, JL AH Nasution ayah dua putri ini, dilantik sebagai Aspidum oleh Kajati Sumatera Utara, Ida Bagus Nyoman Wismantanu.

Putra dari pasangan  HM. Ihsan Muji Raharjo, Hj. Pujilah ini adalah anak ketujuh dari delapan bersaudara. Hingga Sekolah Lanjutan Pertama, Sugeng tinggal di Galur, Kulon Progo. Ia adalah alumni  SD Muhammadiyah Banaran 1 yang melanjutkan SMP Negeri 1 Galur.

Selepas SMP, Sugeng Riayanta memilih sekolah di Jogja. Ia masuk di SMA Negeri 7 Jogjakarta sebelum tiga tahun kemudian, diterima di Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.

Sebagai wong Jowo, kegemaran Sugeng yang meraih gelar Doktor dari FH UNS ini, adalah nonton wayang. Sejak dulu, seperti umumnya orang Kulon Progo, dalang favoritnya adalah Ki Hadi Sugito.

Tapi karena pernah tinggal di Solo, penyuka lari pagi ini, juga berkenalan dengan wayang gaya Surakarta. Pada kesempatan-kesempatan tertentu, Sugeng yang merampungkan S2 di Untag Surabaya itu, masih menyalurkan hobinya nonton wayang.

“Sayangnya saya tidak bisa sering-sering pulang ke Galur. Padahal, kadang-kadang kangen juga melihat suasana kampung halaman,” kata Sugeng Riyanta yang menorehkan banyak pencapaian, sepanjang karirnya sebagai jaksa.

Menjadi jaksa memang membuat Sugeng tidak bisa menetap di satu tempat. Ia mendapat banyak penugasan di kota-kota besar di seluruh Indonesia. Tapi ia bahagia, bisa mengabdi untuk para pencari keadilan. Menikah dengan Adde Riana Wiranti, SH, kebahagiaan Sugeng Riyanto semakin genap dengan lahirnya dua putri yang kini, sama-sama sedang kuliah di UGM. (hir) 

About redaksi

Check Also

Sesok, Ono Nyadran Agung Virtual

Perhelatan besar, Nyadran Agung yang biasa dilaksanakan beramai-ramai di Alun-alun Wates, sudah sejak tahun lalu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *