Home / DWIDJO / Masker Gratis untuk 14 dlDusun se Kalurahan Sukoharjo.

Masker Gratis untuk 14 dlDusun se Kalurahan Sukoharjo.

Ngaglik, Kabarno.com

Koordinasi dan Sosialisasi Adminstrasi Kependudukan dan Catatan Sipil serta Sosialiasi Adaptasi Kebiasaan Baru, di Dusun Sukoharjo, Kamis 5 November 2020.

Dalam kesempatan kegiatan tersebut, H.Adib Makmun,S.Sos. selaku Kasie Tata Laksana Kalurahan Sukoharjo melaporkan bahwa kegiatan koordinasi dan sosialisasi menghadirkan peserta dari empat dusun antara lain Dusun Karanglo, Klidon , Sembung dan Besi yang terdiri dari dukuh, RW, RT, Perwakilan BPD, Pamong Kalurahan, Babinsa, Babinkamtibmas dan tokoh masyarakat se Kalurahan Sukoharjo sebanyak 60 peserta.

Selanjutnya Adib melaporkan 14.000 masker tersebut buatan para penjahit Sukoharjo yang sudah mampu membuat masker ber standart layak yaitu berlapis sesuai anjuran pihak kesehatan dan diberi logo Kalurahan Sukoharjo harapannya adalah untuk memberdayakan para penjahit yang kondisi pandemi ini sepi dalam usahanya dengan adanya kegiatan ini bisa menambah pendapatan untuk keluarganya harapnya.

Selanjutnya dalam sambutan pembukaan Koordinasi dan Sosialisasi Adminduk dan Catatan Sipil oleh PJ. Lurah Kalurahan Sukoharjo Bara Hernowo Natali, SH, MSi mengatakan Kalurahan Sukoharjo sesuai Undang Undang Keistimewaan telah berubah kelembagaan maupun sebutan jabatannya hal ini perlu juga disosialisasikan baik di tingkat Kapanewon maupun Kalurahan beliau mencontohkan Kecamatan menjadi Kapanewon pejabatnya Panewu , Pejabat Tingkat Kecamatan berubah menjadi Jawatan , untuk tingkat Kalurahan juga disebut Lurah, Carik, Kamituo, Jogoboyo, dan sebagainya, untuk itu mari mulai adaptasi sebutan tersebut. Beliau menambahkan selain ada perubahan perangkat menjadi Pamong Kalurahan Sukoharjo terkait kegiatan Rakor dan Sosialisasi ini perlu disampaikan bahwa program kegiatan tahun 2020 karena pandemi covid 19 banyak dana yang dialihkan untuk mengatasi covid 19 antara lain untuk membantu masyarakat Bantuan Langsung Tunai atau BLT dari dana desa, serta untuk operasional dalam Gugus Percepatan Penanggulangan Covid 19 membantu peralatan APD, semprot disinfektan dan juga sarana dan prasarana lain untuk pencegahan covid 19 yang dibutuhkan masyarakat termasuk 14.000 masker yang hari ini diserahkan kepada 14 dusun se Kalurahan Sukoharjo.

Disampaikan juga untuk memasuki kawasan Kalurahan Sukoharjo harus disiapkan terkait pencegahan antara lain thermogram, tempat cuci tangan , wajib pakai masker serta jaga jarak tempat duduk ruang tunggu, serta kaca pembatas pengunjung dan petugas , dan alat yang terbaru Alat detektor Arsip sebelum masuk arsip harus masuk mesin detektor dulu baru diproses, peralatan itu semua untuk pencegahan secara dini penyebaran covid 19 di Kalurahan Sukoharjo.

Dengan demikian tujuan dan harapan agar warga Kalurahan Sukoharjo tetap terjaga kesehatannya dan ekonomi dan sosial masyarakat cepat kembali normal seperti sediakala.

Dalam Sosialisasi Administrasi Kependudukan dan Catatan Sipil oleh Kepala Jawatan Umum Kapanewon Ngaglik Siti, penyampaian sempat menanyakan kepada peserta tentang GISA namun karena belum tersosialisasi maka dijelaskan Gerakan Indonesia Sadar Administrasi (GISA).

Sosialisasi GISA ini diharapkan masyarakat sadar akan kebutuhan pokok Administrasi yang lengkap setiap individu antara lain harus mempunyai Kartu Tanda Penduduk atau KTP pun harus Elektronik atau eKTP bagi yang sudah umur 17 tahun keatas wajib ber KTP. Harus mempunyai Kartu Keluarga atau KK, Akte Kelahiran , Akte Nikah atau Kutipan Perkawinan ,dan juga Akte Kematian itu semua peristiwa yang dinamis kependudukan ini harus dilengkapi dan diurus oleh individu dan keluarganya yang harus dilengkapi.

“Ada keharusan dan penegasan adalah nama harus sama, apabila nama keliru atau tidak sama pasti kalau ada urusan terkait menjadi hambatan dan masalah,” tegasnya.

Dia mencontohkan Ijazah sejak TK, SD , dan jenjang lebih tinggi harus sama dengan nama dalam akte kelahiran . Siti masih sangat prihatin terkait akte kelahiran ini karena di Ngaglik masih 2/3 penduduk belum mengurus akte kelahiran untuk itu setelah sosialisasi ini RT, RW ,Dukuh supaya sosialisasi kepada warganya untuk mengurus akte dan bisa secara kolektif diajukan ,harapanya tahap demi tahap bisa diselesaikan sehingga program GISA sukses.

Perlu dijelaskan juga bahwa sejak 1 Juli 2020 KK hanya bisa dicetak satu kali tidak perlu legalisir karena sudah ada barkot dalam KK tersebut. Tetapi masih juga tetap banyak yang minta legalisir KK misalnya mengurus Taspen,

Siti mengharapkan warga masyarakat segera mengurus KTP, KK dan Administrasi Kependudukan yang harus dan wajib dimiliki setiap individu yang sudah memenuhi syarat,” tegasnya.

Sebagai akhir materi sosialisasi dr Theo dari Puskesmas Ngaglik II dalam sosialisasi Adaptasi Kebiasaan Baru atau New Normal terhadap Pandemi Covid 19.

Theo menjelaskan tentang program Cita Masjajar di masa pandemi ini antara lain Cuci Tangan dengan air yang mengalir selama 20 detik dan beliau mencotohkan dan ditirukan peserta sosialisasi, pemakaian masker harus standar kesehatan berlapis dan rapat, sempat menanyakan masker scuba kenapa tidak memenuhi syarat kesehatan , karena lentur, satu lapis dan pori pori renggang debu atau virus bisa tembus, maka disarankan tidak pakai masker tersebut.

Selanjutkan jaga jarak aman 1 meter minimal tujuannya agar virus tidak menyebar ke orang lain serta tidak berkerumun, dengan Cita Masjajar paling tidak menghambat atau mencegah penyebaran covid 19 dan tetap jaga kondisi badan untuk makanan bergizi dan tambah vitamin untuk kekebalan tubuh kita agar imun atau kebal dari virus covid 19 tegasnya.

Dia menyampaikan kasus covid 19 di Yapah, Tanjung dan di Kalurahan Sukoharjo ini pernah awal covid 19 yang pertama sempat mengagetkan semua warga Sukoharjo karena masuk media sosial, namun sekarang sudah tenang walaupun demikian tetap waspada dan terus dijaga jangan sampai terpapar covid 19 warga kita dijaga bersama dengan AKB atau New Normal sehingga kebiasaan baru ini tidak menjadi beban demi keselamatan dan kesehatan bersama, pungkasnya.

Selanjutnya dilaksanakan diskusi untuk menyampaikan permasalahan warga dan dijawab secara tuntas nara sumber Kegiatan Koordinasi dan Sosialisasi ini.

Acara diakhiri penyerahan Masker oleh PJ Lurah Kalurahan Sukoharjo kepada semua RT, RW kepada 4 dusun yang mengikuti acara ini. Demikian dari Balai Kalurahan Sukoharjo KIM Ngaglik melaporkan. (Srp ).

About dwidjo

Check Also

Saber Budaya Menoreh Kedah Mbangun Pariwisata Kulonprogo

Yogyakarta, Kabarno.com Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemprov DIY) melalui Dinas Pariwisata Provinsi, memyambut baik …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *