Home / KANGBARNO / KPDJ & Tradisi Bhakti Sosial
Bhakti Sosial KPDJ di kawasan Kokap, Kulon Progo tahun 2012.

KPDJ & Tradisi Bhakti Sosial

Tinggal dua pekan lagi, hajatan Sahabat Ngopi dan KPDJ, digelar di Anjungan Jogja, Taman Mini Indonesia Indah. Sabtu Wage, 19 Desember 2020, mulai pukul 20.00 WIB. Wayangan padat selama empat jam, menjadi sanjian utama dengan menampilkan dalang Ki Bagas Giyanto.

Sabtu Wage, dipilih sebagai hari baik.  Tanggal itu jatuh ing warsa Jimakir, WUkul Prangbakat, serta mongso kapitu atau palguna. Desember memang bulannya KPDJ atau Kulon Progo di Jabodetabek. Sebab, pada bulan ini, komunitas anak-anak muda Kabupaten Kulon Progo itu, berulangtahun. Dan, pada 2020, KPDJ genap berusia 11.

Bagi masyarakat Kulon Progo, eksistensi KPDJ memang sudah diakui secara nyata. Kiprahnya, terutama di bidang sosial, sangat melekat. Selama ini, bhakti sosial, santunan yatim-piatu, atau menolong orang-orang yang berkesusahan, sudah seperti nadi bagi komunitas ini.

“Kita memang ingin selalu membantu. Setiap saat, selalu saja kita buat santunan. Meskipun kami rata-rata perantau yang secara ekonomi masih terbatas, tapi Alhamdulillah masih bisa membantu saudara-saudara yang lain,” kata Mbah Yatno Ali Monsa, Sesepuh KPDJ yang juga salah seorang penggagas Forum Sahabat Ngopi.

Mbah Yatno sangat ingat, tahun 2012, KPDJ melakukan bhakti sosial di perbukitan Menoreh Kulon Progo. Tepatnya di Panti Asuhan Muhammadiyah Kokap. “Itu jadi pengalaman yang tak terlupakan, karena perjuangannya juga tidak mudah. Mulai dari pengumpulan dana hingga medan yang sulit. Tapi akhirnya, acara itu sukses besar, bahkan dari segi dana, bisa terkumpul banyak sehingga cukup untuk membantu meneruskan pembangunan panti,” jelasnya.

Bhaksos bagi KPDJ bukan memang bukan hal baru, sebab sudah menjadi semacam tradisi sejak lama. Hingga kini pun, tradisi ini masih terus lestari. Sepanjang 10 bulan pandemi Covid 19, KPDJ nyaris setiap bulan selalu membuat bhakti sosial, dengan membagikan Sembako kepada para anggotanya.

“Sampai saat ini, masih terus dilakukan. Walaupun kadang-kadang nilainya kecil, tapi sangat membantu saudara kita yang lain. Donasi juga tidak hanya datang dari anggota KPDJ, tapi dari beberapa dermawan,” ungkap Mbah Yatno.

Wayangan Virtual tanggal 19 Desember 2020 nanti, menurutnya, juga bagian dari upaya membantu perantau Kulon Progo. “Seniman yang tampil juga Sebagian anggota KPDJ. Jadi wayangan itu, juga bagian dari usaha KPDJ ikut membantu saudara sendiri. Istilahnya  nglarisi seniman yang selama Corona, sepi tanggapan. Semoga setelah ini, banyak lagi tanggapan dari orang yang punya hajat,” katanya.

Seperti diketahui, Ki Bagas Giyanto adalah dalang dari Cermai, Kapenewon Panjatan, Kulon Progo. Sementara dua bintang tamunya, Sigit Bolot dan Sugie Susu Legi, juga asli Kulon Progo. Mereka termasuk comedian yang berpengalaman di banyak panggung, tapi selama Corona, tidak bekerja karena sepi job.

“Selain para seniman Kulon Progo, tim yang lain juga orang-orang Kulon Progo yang selama ini, mengenadalkan pekerjaan di bidang kesenian. Jika tidak ada tanggapan atau undangan untuk manggung, mereka kehilangan pekerjaan,” tambah Mbah Yatno yang dikenal dekat dengan banyak seniman Kulon Progo.

Wayangan virtual ini, hanya dihadiri oleh undangan terbatas. Tokoh-tokoh perantau dari tiga kabupaten dan satu kodya di wilayah Jogjakarta. “Buat anggota KPDJ yang tidak bisa nonton langsung, bisa melihatnya secara live streaming di Youtube Sahabat Ngopi, Kabarno Film, dan Lampu Hijau,” kata Mbah Ali.(her)

About redaksi

Check Also

Tim Sahabat Ngopi-KPDJ Ungguli Tim Kalirejo

Jago-jago dari tim bulutangkis gabungan Sahabat Ngopi Kulon Progo (SNKP), Kulon Progo di Jabodetabek (KPDJ), …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *