Home / KANGBARNO / Kamasutra Jawa: Bobot, Bibit, Bebet

Kamasutra Jawa: Bobot, Bibit, Bebet

Khalayak mengenal istilah Jawa yang popular tentang bobot, bebet, bibit. Inilah panduan utama dalam memilih pasangan hidup. Sebab pasangan yang sesuai panduan, akan menjadi kunci segalanya.

Bobot adalah indikasi keseimbangan hidup. Kemampuan serta kesiapan menjalani hidup yang tidak murah. Ini, tentu saja akan mempengaruhi setiap sisi kehidupan, mulai dari kehidupan batin, hingga yang bersifat privat di kamar tidur. Pasangan yang memiliki bobot baik, akan menjadi pasangan hidup yang murup, bercahaya, memberi penerang.

Panduan kedua adalaah mencari yang baik secara bibir. Inilah cara mudah menemukan pilihan hidup. Sebab, dengan melihat garis keturunan seseorang, akan memberi jalan terang masa depan. Setidaknya, bibit yang baik akan menolong setiap usaha yang dilakukan, kelak ketika sudah hidup bersama sebagai pasangan yang sah.

Mengapa harus memilih garis keturunan? Sebab, bibit juga menjadi penentu keseimbangan batin. Dan, hampir semua wahyu elalu jatuh pada orang-orang yang memiliki keseimbangan batin. Seperti yang terus-menerus terjadi,  keseimbangan olah batin juga akan menurun pada anak.

Lalu Bebet. Dengan mencari pasangan berdasar bebet, kehidupan berumah tangga akan terasa indah, penuh gairah. Bebet yang berasal dari bebetan menyiratkan bahwa hidup harus dijalani dengan keindahan. Cara berpakaian yang baik atau bebetan kanti edhi, bisa dimaknai sebagai identivikasi sososk yang rupawan.

Memang, kecantikan fisik atau ketampanan rupa, bisa banyak berhubungan dengan kepuasan ragawi. Karena itu, selain rupawan, juga dicari yang memiliki hati. Ini dia yang menyempurnakan kriteria Bobot dan Bibit. (*)

About redaksi

Check Also

4 Ketua Paguyuban di DIY akan Hadiri Wayangan Sahabat Ngopi & KPDJ  

Tokoh-tokoh perantau dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), memastikan menjadi bagian dari 20 orang undangana khusus, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *