Home / MAF / Kader PKK Kokap Diajari Manfaatkan Kain Perca

Kader PKK Kokap Diajari Manfaatkan Kain Perca

Dua sesi pelatihan bagi Kader PKK Kecamatan Kokap diberikan Gardapala Fashion & Craft. Pertama pemanfaatan kain perca. Dan sesi kedua setelah makan siang, pelatihan shibori.

Pelatihan yang berlangsung Juli 2019 lalu itu, dilakukan langsung oleh Aprima, pimpinan Gardapala. Sebagaimana kita ketahui bahwa pelatihan peningkatan ketrampilan Kader PKK Kecamatan Kokap tersebut merupakan bagian dari agenda Tradisi Minum Rempah Merah yang diprakarsai oleh Badan Koordinasi Paguyuban Kulon Progo (Bakor PKP).

Tujuanya untuk mempersiapkan Uji Coba Tradisi Minum Rempah Merah Ke-2 tanggal 26 Oktober 2019 nanti. Kader PKK dari 5 desa se Kecamatan Kokap dilatih membuat pernik-pernik dan shibori (kain batik ala Jepang). Hasil karya mereka nanti akan ditampilkan dan dipamerkan pada acara tersebut. Pelatihan kali ini diikuti oleh 25 orang perwakilan dari 5 desa, yaitu Desa Hargorejo, Hargowilis, Hargomulyo, Hargo Tirto dan Kalirejo.

“Selama ini banyak limbah dari penjahit yang hanya dibuang. Bagaimana kain perca tersebut bisa bermanfaat dan punya nilai jual, sehingga bisa menjadi peluang bisnis bagi masyarakat Kokap, inilah upaya kita untuk mencari solusinya. Banyak hal yang dapat kita lakukan dari kain perca tersebut sehingga bisa menjadi hiasan kerudung, tas, baju, bros, bando dll. Dengan cara yang sangat sederhana, kita hanya dituntut sedikit kreatif dan memiliki pengetahuan sedikit tentang desain,”  lanjut Aprima yang tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya menyaksikan antusiasme masyarakat bisa membuat sesuatu yang selama ini tidak pernah terlintas di benaknya.

Keterlibatannya dalam kegiatan Tradisi Minum Rempah Merah, bagi Aprima  menjadi sebuah tantangan tersendiri, apalagi tujuan kegiatan ini sangat mulia. Yaitu mendorong dan memotivasi masyarakat untuk memiliki mimpi dan masa depan.

Oleh karenanya sekalipun harus jauh-jauh dari Yogyakarta, demi kemajuan masyarakat Kokap, Aprima dengan tulus ikhlas berbagi ilmu dan pengalaman kepada ibu-ibu  tentang desain, etika berbusana, pernik-pernik dan sebagainya.

“Kami mewakili peserta dari 5 desa, mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas dukungan dan bantuan pendanaan dari warga perantau Kokap di Jabodetabek. Bantuan ini sungguh sangat bermanfaat bagi kami yang di kampung ini. Dan kami berharap, apa yang kami lakukan hari ini akan semakin menggugah warga perantau untuk terus berlomba membantu warganya di kampung halamannya. Kami masih sangat membutuhkan bantuan itu,” ujar Marjiyati, Ketua TP PKK Kecamatan Kokap (agt)

About redaksi

Check Also

Iki Loh Swasono nek Isuk-isuk Mlaku Nang Mbantul

Isuk tansah iseh adem. Srengenge durong ngetoke raine. dadi suasana iseh ketok peteng.  Ning, aku …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *