Home / KANGBARNO / Hepinya Harpi Bikers: Menyusur Kalimenur Singgah di Kopi Thiwul

Hepinya Harpi Bikers: Menyusur Kalimenur Singgah di Kopi Thiwul

Nggowes bukan melulu olahraganya kaum adam. Bahkan dulu sekali, ketika kendaraan bermotor masih jarang, para wanita juga mengandalkan sepeda untuk bepergian. Jadi, tidak heran, jika di kota Wates, Kabupaten Kulon Progo, ada komunitas gowes yang anggotanya kebanyakan perempuan. Namanya Harpi Bikers.

10 anggotanya, secara rutin, membelah jalanan. Seminggu dua kali yaitu di hari Rabu dan hari Sabtu. Meski anggotanya kaum wanita, komunitas ini tidak sembarangan dalam menekuni pergowesan. Harpi Bikers bahkan ditraining dan didampingi oleh Pak Suroto, goweser senior yang banyak pengalaman dalam dunia pergowesan.

Nama Suroso, bagi para penggowes, bukan nama asing. Ini, memang sosok yang tidak sembarangan. Di tingkat Jogjakarta, perannya juga tidak kecil. Pak Suroto dikenal pernah menjadi trainer di sekolah gowes Ndaru Gowes.

Dan, Rabu, 19 Mei 2021, menjadi hari istimewa buat Herpi. Sebab, setelah menyusur Kalimenur, sampailah di Kopi Thiwul 87. Itu, setelah menempuh jarak 12 KM, menyisir jalur kereta api.

Jalan yang dilalui sebelum sampai ke Kopi Thiwul 87 ternyata tak hanya datar-datar saja. Beberapa tanjakan mesti dilewati agak ngos-ngosan. Tapi semangat goweser justru terpacu apalagi yang dilalui pemandanganya sangat menawan.

Entah karena pemandangan yang sayang dilewatkan atau karena alasan kecapekan beberapa kali komunitas bikers ini berhenti untuk berfoto ria.

Pak Suroso mengarahkan Harpi Bikers melewati stasiun Kalimenur. Stasiun ini pada jamannya menjadi pusat perdagangan tahu Kalimenur yang melegenda. Rasanya semua tahu jika Kalimenur identik dengan tahu.

Tak jauh dari stasiun Kalimenur, jika berbelok ke kanan dan hanya berjarak 200 meter sampailah di Kopi Thiwul 87 tujuan akhir petualangan. Para goweser sampai di Kopi Thiwul 87 pukul jam 08.00 wib kurang sedikit. Waktu yang pas untuk mengganjal perut, apalagi sudah terkuras energi.

Sempat ada rasa khawatir dari manager dan kru Kopi Thiwul 87 kedatangan Harpi Bikers. Khawatir jika masakan yang disajikan tidak sesuai dengan harapan. Biasanya ibu-ibu lebih detail berkomentar tentang rasa  dan keramahan pelayanan.

Namun, ada rasa lega dan senyum bahagia dari kru Kopi Thiwul 87. Komunitas bikers wanita itu senang dengan menu thiwul yang dipadu dengan sayur jantung pisang dan sambel lombok ijo. Rasanya maknyus.

Rasanya tak salah slogan Kopi Thiwul 87. Resto Ndeso, tapi masalah roso, enake tekan jeroning dodo. (kjkp)

 

About redaksi

Check Also

Akhid Nuryati: Kita Mengundang Perantau untuk Ikut Memikirkan Kulon Progo

Ketua DPRD Kulon Progo, Akhid Nuryati hadir dalam Syawalan masyarakat Kulon Progo du Jakarta yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *