Home / KANGBARNO / Hari Ini, Selasa Wage Saat Malioboro Libur, Mari Temukan Garis Spiritual Jogja

Hari Ini, Selasa Wage Saat Malioboro Libur, Mari Temukan Garis Spiritual Jogja

Hari ini, Selasa Wage. Hari keramat bagi orang Jogja, karena ini adalah wethonnya Ngarso Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X. Untuk menghormati hari kelarihan Njeng Sultan, bahkan, Malioboro pun tutup.

Suasana Malioboro yang komplang memang mengejutkan bagi wisatawan yang baru mengerti bahwa hari ini Malioboro libur. Padahal program ini sudah berjalan hampir satu tahun, karena sudah dilakukan sejak Oktober tahun lalu.

Jalanan lurus yang membujur sejak kilometer nol hingga pintu kereta di sisi Stasiun Tugu itu, mlompong. Lurus. Jika berdiri di di titik nol, lalu memandang lempeng ke arah itu, jelas sekali jalanan ini tak memiliki kelokan.

Bagi kota Jogjakarta, ruas jalan Malioboro tentu saja bukan sekadar jalan dengan kesibukan tinggi sebagai nadi ekonomi. Jalanan ini memiliki nilai batin yang tak biasa. Sebab, Malioboro adalah bagian dari garis spiritual Jogjakarta dengan keraton sebagai titik sentralnya.

Dari keraton, jika memandang lurus ke utara, melalui pandangan Malioboro akan bertemu dengan puncak Merapi. Sementara bila memandang lempang ke selatan, akan bertemu garis imajiner Panggung Krapyak hingga Laut Selatan.

Jadi bagi yang ingin menikmati garis imajiner spiritual Jogjakarta, hari inilah saat yang tepat. Sebab, bisa memandang lurus ke utara, hingga menyentuh pucuk Merapi. Atau, mandeng-manekung, memusatkan mata batin kea rah selatan hingga meraba Segoro Kidul. Apalagi hari ini, juga hari keramat, wethonnya Ngarso Dalem Kanjeng Sultan.

Maka begitulah. Malioboro memang bukan sepotong jalan biasa. Jika kemudian ada kesadaran para PKL libur setiap Selasa Wage yang bertepatan dengan wethonnya Ngarso Dalem, tentulah bagian dari yang tidak biasa dari Malioboro.

“Kalau mau beli lumpia, sekarang, karena besok kami tutup. Semua PKL Maliobro libur besok, karena setiap Selasa Wage, tidak ada PKL Malioboro yang berjualan,” kata mas penggoreng lumpia paling hits di tengah Maliobro, sambil terus menggoreng, sementara temannya sibuk mencatat pemesan,  yang sudah mencapai urutan ke 20.

Kalimat itu diucapkan kemarin, di tengah antrean pembeli lumpia yang mengerubuti lapak sederhana itu.  Hasilnya, lumpia yang buka persisi di depan Hotel Mutiara itu,semakin diserbu pembeli. Harganya murah. Satu lumpia biasa 4000 rupiah, sedang untuk yang special 4500 rupiah. Tapi kalau sudah ngiler dan pengin ngicipi, ya harap bersabar mengantre.

Meski Malioboro libur, tapi pusat kehidupan kota Jogja itu, tidak ikut libur. Wisatawan tetap berlimpah. Mereka menyusuri jalanan lengang dengan senang. Apalagi, mereka bisa berfoto-foto dengan lebih leluasa. Sementara bagi para PKL, Selasa Wage adalah saatnya untuk reresik Maliobro.(kib)

About redaksi

Check Also

Hasil Turnamen Sahabat Ngopi Cup, Ini Bibit Bulutangkis Kulon Progo dari Perantauan

Gelaran Turnamen Bulutangkis Sahabat Ngopi II selesai digelar selama dua hari, Sabtu dan Minggu kemarin. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *