Haji Marija Semangati Warga yang Terkena Musibah di Desa Sidomulyo Pengasih

oleh -11 Dilihat
oleh

Sidomulyo, KABARNO — Korban kebakaran, di Desa Sidomulyo, Kapanewon Pengasih, Kulon Progo, pada pekan lalu, merasa lega. Terutama saat Haji Marija datang membawa bantuan.

Bersama Aggota Rapi Kulon Progo, Pak Marija memang menyambangi keluarga Pak Tosan, yang rumahnya terbakar. Pada kesempatan itu, Marija yang juga politisi Partai Gerindra itu, berpesan untuk selalu bersabar menghadapi musibah.

“Dengan bersabar dan menerima musibah ini, kita percaya bisa segera bangkit menjalani kehidupan. Pasti akan banyak yang membantu untuk bisa segera membangun rumah kembali,” kata Marija, menguatkan Pak Tosan yang kehilangan harta bendanya akibat kebakaran.

Marija yang asli Cerme, Panjatan,  seperti tak lelah mengunjungi masyarakat Kulon Progo di berbagai pelosok. Nyaris setiap hari, mantan pejabat Pemkab Sragen ini, bertemu warga dari ujung timur hingga barat. Di hari berikutnya dari ujung utara hingga selatan.

Tidak sekadar berkunjung, Marija juga membawa bantuan serta solusi berbagai persoalan masyarakat Kulon Progo.

Sebagai  orang yang memiliki pengalaman panjang sebagai di institusi Pekerjaan Umum (PU), Pak Marija menyimpan banyak gagasan untuk Kulon Progo. Tapi selain menjadi orang PU, Haji Marjia yang kini tinggal di Kalurahan Cerme, Kapanewon Panjatan, memiliki banyak pengalaman di sejumlah bidang.

Sejak resmi menjadi ASN di Departemen Pekerjaan Umum di Jakarta, karirnya direntang panjang di sejumlah daerah. Dari ibukota, Marija hijrah ke Nusa Tenggara Barat (NTB). Alumni SDN Panjatan ini, menangani proyek irigasi di Kanwil DPU NTB. Beberapa tahun kemudian, pindah lagi ke Kabupaten Sragen.

Di Sragen, karir  lulusan SMPN Panjatan ini, semakin kuat. Sealin pernah menjadi Asisten I Bidang Pemerintahan di Pemkab Sragen, Marija pernah memimpin Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sragen.

Setelah jadi Kepala Dinas PU, almuni STM Negeri Wates ini, dipercaya menajdi Kepada Dinas Lingkungan Hidup sebelum akhirnya kembali menempati posisi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Sragen, hingga purna tugas.

Merantau sejak belia, Marija terus belajar dan menempa diri, menjadi sosok yang pinunjul. Karir pendidikannya juga panjang. Setelah lulus STM Negeri, kuliahnya dirampungkan di Kota Mataram. Ia mengambil S1 Teknik Sipil.

Dua gelar master dirampungkan di dua dispilin ilmu berbeda. S2 bidang ekonomi managemen diselesaikan di sebuah universtas di Surabaya. Sedang S2 Teknik Sipil, dirampungkan di Surakarta.

Mempunyai karir panjang di banyak tempat, pak Marija dan sang istri,  Hj. Listyati katriningsih ,SH yang juga seorang  ASN sukses membesarkan tiga buah hati dengan baik. Kini, tiga anak-anak Pak Marija juga berhasil membangun karir di bidang masing-masing.

Si sulung Rialiska Teja murti ,ST, dan si bungsu M Danudoro, ST,  berkarir di  BUMN. Sementara anak kedua,   dr, Balqis Kartika Murti  adalah dokter Sepesialis  THT KL di  RSU di Solo.

Lahir dari orang desa, Haji Marija mengisahkan sejarah hidup leluhurnya, yang kebanyakan menjadi petani atau pedagang. Tapi kakeknya yang asli Gothakan, bisa jadi bukan orang-orang sembarangan,  melainkan tokoh-tokoh dari masa silam. Dari nama-nama eyangnya, Eyang Dipowikromo atau Eyang Buyutnya, Dipojoyo, publik barangkali bisa melacak jejak sejarahnya di masa lampau. (ir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.