Home / PMD / Damapk Covid-19 tiga perusahaan di Kulon Progo, merumahkan sejumlah karyawan

Damapk Covid-19 tiga perusahaan di Kulon Progo, merumahkan sejumlah karyawan

Wates, Kabarno.com – Di tetapkannya Tanggap Darurat Covid-19 oleh Pemerintah, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kulon Progo, bersama APINDO dan KSPSI berusaha untuk menyampaikan protokol kesehatan baik melalui Surat Edaran maupun media sosial ke perusahaan – perusahaan di Kabupaten Kulon Progo, dan berdasarkan laporan perusahaan dan pantauan Disnakertrans Kulon Progo, bahwa protokol kesehatan sebelum masuk bekerja, saat bekerja dan selesai bekerja telah dilaksanakan.

“Beberapa perusahaan menerapkan pola merubah shift, atau mengurangi jam kerja, mengurangi hari kerja, merumahkan dengan digaji penuh, merumahkan tanpa digaji, atau mem-PHK (sesuai dengan aturan ketenagakerjaan),”kata Kepala Dinas Nakertrans Kulon Progo, Eko Wisnu Wardhana,SE, Kamis, 16 April 2020.

Menurut Eko, berdasar laporan, ada 3 (tiga) perusahaan di Kabupaten Kulon Progo yang merumahkan (dengan gaji penuh dan ada yang digaji tidak penuh) sebanyak 214 tenaga kerja, yang di-PHK 10 tenaga kerja.

Dari 214 tenaga kerja tersebut, yang bersedia diusulkan mengikuti Program Kartu Pra Kerja ada 17 tenaga kerja. Sementara masyarakat atau warga tenaga kerja ber-KTP Kulon Progo terdampak Covid-19 (data dari 88 perusahaan/institusi di Kulon Progo, DIY, Nasional dan Luar Negeri), sebanyak 2.010 Tenaga Kerja.

“Upaya yang dilakukan adalah mengusulkan Program Kartu Pra Kerja, dari 2.010 tenaga kerja terdampak tersebut, yang bersedia serta memenuhi syarat untuk diusulkan sebanyak 1.848 tenaga kerja,” tambah Eko.

Usulan secara berjenjang Dari Kabupaten atau Kota ke Dinas Nakertrans DIY untuk selanjutnya dikirim ke Kemenaker RI dan akan dikompilasi di Kemenko Perekonomian dan PMO. Proses verifikasi juga dilakukan secara berjenjang. Masing masing Kementerian (Pariwisata, Perdagangan, Industri Koperasi UMKM) juga melakukan pendataan sesuai sektornya masing-masing, jelas Eko.

Adapun beberapa persyaratan untuk bisa didata atau mendaftarkan diri dalam Program Kartu Pra Kerja yaitu Warga Negara Indonesia, Umur diatas 18 tahun, Tidak sedang mengikuti pendidikan formal, Bersedia mengikuti pelatihan dengan system online, Pelatihan online inilah yang menjadi kendala ketika Tenaga Kerja akan mendaftar dalam Program Kartu Pra Kerja, adapun data tersebut Data per 9 April 2020.(yah)

About yadi haryadi

Check Also

Satgas Covid-19 Kapanewon Girimulyo Ingatkan Warga Tidak berkerumun

Girimulyo, Kabarno.com – Satuan Tugas Penanganan dan Penanggulangan Covid-19 Kapanewon Girimulyo melaksanakan kegiatan PPKM Darurat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *