Home / KANGBARNO / Catatan budaya Paguyuban Gunungkidul
Paguyuban IKG Gunung Kidul, menggelar pementasan wayang kulit menampilkan Ki Kuwat Hadi Samono, dua pekan lalu.

Catatan budaya Paguyuban Gunungkidul

Ini fakta menarik: paguyuban wong Gunungkidul di Jabodetabek sangat sangat banyak anggotanya. Anggota yang ditata secara rapi layaknya organisasi professional: dimulai dari Korwil, Korcam, Kordes, Kordus.

Koordinator Wilayah (Korwil) penataan berdasar asas domisili. Lewat Korcam-Kordes-Kordus, mereka melakukan penataan berdasar asal asal daerahnya  sesama satu kecamatan (korcam), sesama satu desa (kordes), dan sesama satu dusun (kordus).

Pada level Korcam-Kordes-Kordus, mereka melakukan penjagaan eksistensi melalui pertemuan rutin yang diisi dengan kegiatan arisan. Atau kegiatan-kegiatan lain yang bersifat spontan.

Struktur pengorganisasian bisa mencapai Koordinasi Dusun (Kordus) dimungkinkan karena jumlah mereka di seputaran Jabodetabek sangat banyak. Konon bisa 350.000 an lebih.

Struktur Kordus untuk para perantauan bisa dipertahankan karena mereka menjadi tulang punggung kegiatan rosulan atau bersih desa yang diadakan di dusun-dusun mereka di kampung halamannya.

Jumlah anggota paguyuban yang sangat banyak itu akan semakin kelihatan saat mengadakan pertemuan bersama. Mereka datang dari mana-mana, melimpah-ruah di lokasi acara dan kadang sampai memacetkan kondisi lalu lintas.

Para perantauan asal Gunungkidul bisa begitu banyak karena mereka itu adalah kumpulan para perantauan yang berasal dari para generasi terdahulu, sejak orang orangtua yang dulu merantau di Jabodetabek.

Ikatan perantauan itu terus terjaga sampai anak-anaknya yang ada sekarang. Itulah yang hebat, karena biasanya generasi berikutnya sudah sulit diikat dalam komunitas perantauan.

Para perantauan yang umurnya tua-tua kebanyakan bergabung di Paguyuban Ikatan Keluarga Gunungkidul (IKG). Sedangkan generasi mudanya banyak bergabung di Paguyuban Ikaragil, meski di Paguyuban IKG Gunungkidul juga ada ada kelompok mudanya.

Pemerintah Gunungkidul sangat menaruh perhatian atas keberadaan para perantauan asal Gunungkidul. Pemerintah Kabupaten bahkan punya data siapa-siapa saja yang merantau.

Data ini bisa diperoleh dengan mudah lewat penggalian informasi dari setiap keluarga di Gunungkidul. Di samping itu, bupati dan aparatur pemerintahannya selalu hadir di acara acara pertemuan yang diadakan oleh para perantauan.

Semisal di acara peringatan HUT IKG Gunungkidul. Para Camat, para Lurah akan merasa malu jika korcam-kordes-kordus tidak berkembang dan hanya memiliki sedikit anggota.(*)

About redaksi

Check Also

Haryanta, SH: Calon Lurah Banaran yang Berpengalaman & Didukung Trah Berpengaruh

Pemilihan Lurah Banaran, segera digelar. Akan berlangsung pada Minggu, 24 Oktober 2021, Pemilihan Lurah (Pilur) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *