Bela Beli-4: Indonesia Menghadapi Penjajahan dari Sisi Ekonomi

oleh -7 Dilihat
oleh

Ideologi Jadi Panglima Besar untuk Kuasai Pasar

Posdaya harus kuat menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Kalau semua itu dikerjakan, ditambah ideologi Bela Beli Produk Sendiri, Posdaya siap menghadapi MEA. Ideologi harus menjadi panglima besar untuk menguasai pasar sehingga ada kekuatan diri melawan  kekuatan produk asing yang didukung kualitas teknologi baik isi, kemasan, pemasaran dan harga yang murah.

Thailand siap mengirim beras ke Medan dalam waktu delapan jam. Sementara Bulog mengirim beras dari Jawa ke Medan masih membutuhkan waktu delapan hari. Vietnam siap mengirim beras ke Balik Papan selama empat jam,  sedangkan Bulog mengirim beras dari Jawa membutuhkan waktu empat hari.

Posdaya memberi kejuatan besar jadi produsen di negeri sendiri. Hal itu sangat mungkin terjadi bila semua pihak sepakat untuk selamat dari MEA. Sebab tidak ada jalan lain kecuali bertahan menghadapi serbuan berbagai produk barang dan jasa yang datang dari negara tetangga di kawasan ASEAN.

Satu-satunya jalan untuk menyelamatkan produksi dalam negeri dari persaingan produk luar negeri, menjadikan ideologi sebagai kemasan. Betapapun kekuatan produksi luar negeri didukung teknologi baik produksi, pemasaran maupun kemasan namun kekuatan ideologi jauh lebih besar untuk membendung ekspansi produksi asing.  Ideologi terbukti mampu merdeka dari penjajahan bangsa asing.

Republik Indonesia merdeka dari penjajahan bangsa asing, kemerdekaan secara politik karena mampu menyelenggarakan sistem pemerintahan sendiri yang mandiri dan merdeka dari campur tangan bangsa manapun di dunia ini.

Kemerdekaan yang sama hendaknya mencakup bidang ekonomi, sosial dan budaya.  Saat ini bangsa Indonesia menghadapi ancaman penjajahan bangsa asing dari sisi ekonomi. Melalui era pasar bebas MEA yang diikuti pasar bebas Asia Pasifik dan pasar bebas internasional, Indonesia harus mampu menyelamatkan kemerdekaan di semua bidang kehidupan. Merdeka dalam bidang politik, ekonomi, sosial dan budaya.

Ideologi ekonomi harus menjadi panglima besar untuk menguasai pasar. Untuk menempatkan ideologi sebagai panglima membutuhkan pengurbanan, bahkan pengurbanannya tidak kecil.  Untuk itu Indonesia memanggil seluruh komponen masyarakat dan bangsanya agar memberikan pengurbanan, membela produksi dalam negeri dari ancaman persaingan produksi asing yang didukung teknologi.

Sebagaimana Republik Indonesia  pernah menghadapi ancaman serupa di masa silam, saat ini seluruh elemen warga bangsa dituntut memberikan pengurbanan yang tidak sedikit.  Hanya bentuknya saja yang berbeda, kalau dulu ancamannya berupa fisik sehingga menghadapinya membutuhkan kekuatan dan pengurbanan fisik. Sekarang ancamannya tidak kelihatan, ancaman produk asing, sehingga butuh ideologi tangguh, kokoh dan kuat. (bersambung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.