Home / DWIDJO / Api Cinta (33): Semua dapat Dilakukan oleh Mbokwo

Api Cinta (33): Semua dapat Dilakukan oleh Mbokwo

Demikian Mbokwo selalu menyampaikan kepada anak-anaknya. Ketika menghadapi masa sulit. Ketika menghadapi tembok tinggi. Ketika hati dan perasaannya buntu. Tidak menemukan jalan keluar atas berbagai persoalan yang dihadapi. Sesekali Mbokwo menangis untuk menuntaskan persoalan hidup. hanya sesekali saja meneteskan air mata. Selebihnya mengadukan permasalahan yang dihadapi kepada diri dan masa depannya.  

Mbokwo memang perempuan perkasa. Semua dapat dilakukan. Semua dapat dikerjakan. Semua dapat diselesaikan. Hanya satu yang tidak dapat dielakkan. Ketika menghadapi Pakwo, hatinya kecut. Nyalinya terhenti. Bukan karena ketakutan atas kehidupannya. Melainkan anak-anak. Semua anaknya perempuan. Kalau ditinggalkan akan menghadapi bahaya. Bukan karena kelaparan yang dapat mengancam. Perkembangan kejiwaannya yang akan terganggu.

Mbokwo yang menjadi panutan hilang. Anaknya seperti pitik kuthuk kehilangan induknya. Anak-anak akan menghadapi permasalahan hidup di masa depan. Paling sedikit kehilangan sosok perempuan yang didambakan. Meski ketika Mbokwo mendampingi setiap hari juga tidak memberikan jaminan.

Setidaknya ketika anak-anak mendapat figur perempuan akan memperoleh ketenteraman. Syukur kalau pendampingan yang diberikan memberikan perlindungan maksimal. Perempuan yang menjadi ibu sekaligus teman menyelesaikan setiap permasalahan yang bakal dihadapi. Perempuan yang menjadi ibu sekaligus menjadi sosok pembela atas setiap permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan di alam ramai. (bersambung)

About redaksi

Check Also

KPDJ Ikut Pelatihan & Pemberdayaan UMKM Banhubda DIY

Sebanyak 100an warga Jogja di Jabodetabek, dari pagi hingga siang ini, dikumpulkan di Anjungan Daerah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *