Home / KANGBARNO / 23 Tahun Memperjuangkan KGPAA Pakualam VIII jadi Pahlawan Nasional

23 Tahun Memperjuangkan KGPAA Pakualam VIII jadi Pahlawan Nasional

Pagi hingga siang ini, Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Universtitas Gajah Mada (UGM), menggelar seminar nasional yang menarik. Seminar bertema Usulan Gelar Pahlawan Nasional untuk Sri Paduka Pakualam VIII itu diselenggarakan di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa, 19 Februarai 2020.

Sejumlah tokoh, akademisi, birokrat, dan masyarakat Jogjakarta hadir dalam seminar ini. Terlihat pula, Bupati Kulon Progo, Drs H Sutedjo Wiharso. Bersama Pak Tedjo, terlihat pula pengurus Badan Koordinasi Paguyuban Kulon Progo (Bakor PKP) yang diwakili Sekretaris Umum, Agus Triantara dan Supardio dari Bidang Organisasi Bakor PKP.

Semeinar ini, merupakan rangkaian dari seminar lain yang digelar untuk mengantar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Pakualam VIII, ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional. Seperti diketahui, seminar adalah salah satu tahapan, dalam proses mengusulkan seorang tokoh menjadi Pahlawan Nasional.

Bagi masyarakat Jogja, ketokohan Sri Paduka sudah diakui. Usulan menjadi Pahlawan Nasional, juga sudah melewati jalan yang sangat panjang. Setidaknya, usulana itu, sudah dimulai sejak 23 tahun silam.

Tahun lalu, seminar yang sama digelar di Jogjakarta oleh Pemprov DIY. Sebuah buku berjudul Sang Adipati, juga diterbitkan untuk mendukung usulan ini. Dan, pada seminar nasional di Jakarta hari ini, buku lain juga diterbitkan.

Dengan judul, KGPAA Pakualam VIII, Negarawan Pejuang dan Pejuang Negarawan,  buku ini disusun oleh Prof Dr Djoko Suryo dkk.

Sri Paduka Pakualam VIII atau gelar resminya, KGPAA Pakualam VIII lahir pada 10 April 1910 dengan nama Bendoro Raden Mas Haryo Sularso Kunto Suratno. Ia putra KGPAA Pakualam VII yang lahir dari garwa prameswari, Gusti Bendoro Raden Ayu Retno Puwoso. Ibunda Pakualam VIII adalah putri Sunan Paku Buwono X Surakarta, sehingga Pakualam VIII adalah cucu Kasunanan.

Sejak 5 Agustus 1936, BRMH Sularso Kunto Suratno, dinobatkan sebagai putra mahkota Puro Pakualaman. Gelarnya Pangeran Adipati Arya Prabu Suryodilogo. Setahun kemudian, tepatnya pada 12 April 1937, PAA Prabu Suryodilogo resmi dilantik menjadi penguasa Kadipaten Pakualaman.

Pakualam VIII dinilai pantas diusulkan menjadi Pahlawan Nasional, karena peranananya dalam perjuangan Indonesia. Salah satu yang sangat penting adalah pernyataannya, bersama Sri Sultan Hamengku Buwono IX, bahwa Kadipaten Pakualaman dan Keraton Jogjakarta, resmi bergabung dengan NKRI.(kib)

 

About redaksi

Check Also

Sesok, Ono Nyadran Agung Virtual

Perhelatan besar, Nyadran Agung yang biasa dilaksanakan beramai-ramai di Alun-alun Wates, sudah sejak tahun lalu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *