Home / KANGBARNO / Wau Ndalu, Forum Sahabat Ngopi Kulon Progo Gelar Diskusi Malam Minggu

Wau Ndalu, Forum Sahabat Ngopi Kulon Progo Gelar Diskusi Malam Minggu

Diskusi malam Minggu yang digelar Forum Sahabat Ngopi Kulon Progo, tadi malam, terasa agak berbeda. Forum yang menjadi ajang silaturahmi sesama perantau Kulon Progo ini, dimulai dari jam delapan malam hingga menjelang tengah malam.

Tampil sebagai pembicara tunggal, Sumarjono, Direktur Perencanaan Strategis dan Teknologi Informasi BPJS Ketenagakerjaan. Tokoh Kulon Progo kelahiran Dusun Nganjir, Kalurahan Hargorejo, Kapenewon Kokap ini, bercerita tentang perjalanannya, menjadi direksi BPJS Ketenagakerjaan, termasuk inovasi-inovasi yang dilakukan di tengah pandemi.

Gebrakan BPJS Ketenagakerjaan yang berhasil menyiasati situasi pandemi, yang mewajibkan semua orang jaga jarak, salah satunya dengan layanan tanpa tatap muka. Layanan Tanpa Kontak Fisik atau disingkat Lapak Asik, menjadi solusi agar tetap bisa menjaga jarak.

“Kuncinya, inovasi. Lapak Asik  menjadi solusi bagi BPJS Ketenagakerjaan, ketika semua orang diwajibkan menjaga jarak. Tidak hanya di BPJamsostek, siapa saja harus melakukan inovasi jika ingin bergerak beriringan dengan zaman,” kata Pak Jono yang lulusan FMIPA Institut Teknologi Bandung (ITB) itu.

Pasti, tambah Pak Jono, ada tantangan, karena tidak bertemu dan bertatap muka langsung menjadi tradisi baru. Selama ini, layanan di BPJS Ketenagakerjaan, lebih banyak secara langsung. Tapi semua harus berubah, karena memang tidak ada pilihan.

“Ini memberi tantangan tersendiri. Karena selama ini peserta BPJS Ketenagakerjaan lebih senang datang untuk dilayani, padahal ada layanan online yang bisa dilakukan lebih mudah,” tambah alumni SMA Negeri 1 Wates ini.

Diskusi yang dipandu oleh Sutrisno Yulianto itu, mengalir dengan sangat hangat. Tokoh-tokoh yang hadir juga menyampaikan banyak gagasan. “Forum ini, selain sebagai ajang silaturahmi, juga untuk menggali ide-ide bagi perantau dan Kulon Progo. Jadi merupakan forum yang terbuka untuk siapa saja,” kata Sutrisno, lulusan UGM yang menjadi salah seorang penggagas Forum Sahabat Ngopi Kulon Progo.

Selain menghadirkan Pak Jono sebagai pembicara utama, diskusi semakin menarik karena ada Pak Mul. Wakil Bupati Kulon Progo periode 2006-2011 itu, berbagi pengalamannya, sejak jadi perantau di Bandung, masa-masa menjadi Wakil Bupati, hingga aktivitasnya saat ini sebagai pemberdaya masyarakat, selain bisnis.

Sebagai mantan wakil bupati, Mulyono yang saat ini menjadi Ketua DPC Partai Nasdem Kulon Progo, juga bercerita tentang politik. “Harus ada tokoh perantau yang kerso kondur, pulang kampung, membangun Kulon Progo. Modal menjadi pemimpin daerah itu ada tiga. Modal intelektual, modal sosial, dan modal finansial. Tinggal kita cari tokoh yang memiliki itu untuk kepala daerah mendatang,” katanya.

Selain ada Pak Mul yang bercerita banyak tentang Kulon Progo, tadi malam juga hadir Ketua Baznas Daerah Istimewa Yogyakarta, Junniarto Dwi Utomo. “Mohon maaf agak terlambat, karena masih mengurus pasien, ini juga masih disambi,” kata alumni SMA Negeri 1 Wates yang juga seorang pemberdaya masyarakat.

Diskusi yang juga dihadiri Pak Haji Paiman yang dikenal sebagai pengusaha sukses, Pak Riza yang serius menjadi penulis serta penggiat kebudayaan, Irwan (founder Kabarno.com), Pak Sutarto Adi Sumardjo, Pak Dwi Woro, Pak Winardi, serta tokoh-tokoh lain.

Mbah Yatno Alimonsa, yang selama ini tampil sebagai sesepuh KPDJ, juga rawuh dengan sharing pengalaman-pengalamannya yang komplet. Terutama, dalam merekatkan ikatan pada diri para perantau Kulon Progo.(her)

About redaksi

Check Also

Ke Kintamani, sebelum Chan Pergi

Tinggal di Bali, memang menjadikan setiap hari adalah liburan tanpa henti. Tapi ini berbeda. Karena …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *