Home / KANGBARNO / Tokoh Senior Komunitas Janturan Satu Mantu

Tokoh Senior Komunitas Janturan Satu Mantu

Hari ini, memberi kebahagiaan yang mengharu-biru bagi keluarga besar Komunitas Janturan Satu (Komjantu). Berangkat bersama-sama ke Tegal Jawa Tengah, semua larut dalam kegembiraan sinoman manten.

Benar. Pak Atok, salah seorang senior Komunitas Janturan Satu, sedang punya gawe menikahkan putranya. Ini tentu tidak main-main. Sebab, tokoh Dusun Jombokan di perantauan itu, adalah baris tuwo yang mengayomi sekaligus mengayemi poro konco, terutama yang tinggal di Jakarta. Pria ramah yang biasa dipanggal P.A,T (baca: Pe A te) itu, adalah generasi muda dari trah sepuh.

Jadilah, semua anggota Komunitas Janturan Satu di Jakarta, ikut sinoman. Melu Ngombyongi manten. Rombongan berangkat Sabtu pagi dari gang Jengki, tempat PMD yang menjadi kepala rombongan. Bersama PMD ada Mbahro yang ikut sibuk memastikan semua personil siap dan nyaman dalam perjalanan.

Menginap di hotel ternama di Tegal, tokoh-tokoh Komjantu kembali bersatu, bertemu dalam suasana gayeng. Selain ada PMD dan Mbahro, terlihat pula PTN yang juga senior. Lalu, ada R Muhammad Arif, tokoh kharismatik Jombokan yang juga pengusaha Muslim. Lek Gawin dan trah Mbujidan pun rawuh.

Rombongan dari Pedukuhan Jombokan, Desa Tawangsari, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo juga pepak. Komplet dari yang sepuh hingga anak-anak muda. Termasuk rombongan dari Kediri Jawa Timur yang datang dengan kereta.

Dan, sejak pagi, semua sudah siap. Pinanganten juga terlihat pindho Kamajaya-Kamaratih. Semua bahagia selepas dilakukan ijaban. Ada keharuan yang menyeruak, seperti umumnya upacara ijab kabul.

“Kito sedoyo nderek mangayubagyo daupipun nak mas Afif Cahaya Herdiyanto kalih nimas Erli Ermawati, mugi tansah pinaringan karahayon. Kalis lir ing sambekolo, dados jodo sak lawase kados mimi lan mintuno,” kata Mbahro yang memang jago memberi petuah luhur. (rom)

About redaksi

Check Also

Cungkup Makam Kiai Sorokusumo Mbanaran Rusak

Cungkup itu, terlihat tua. Bangunannya dengan jelas mengabarkan kerentaan: pendek, kusam karena lumut, genteng jadul, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *