Home / KANGBARNO / Tim Galasiswa DIY harus Akui Keunggulan Tim Jawa Tengah

Tim Galasiswa DIY harus Akui Keunggulan Tim Jawa Tengah

Gol tercepat berhasil disarangkan oleh kesebelasan DIY ke gawang Jateng. Namun sayang prestasi tersebut tidak diikuti dengan terobosan-terobosan dan serangan yang tajam dan menggetarkan. 

Adalah Jopan dengan nomor punggung 18 yang berhasil menjebol gawang lawan lawan pada menit ke-3. Tidak lama berselang, dalam hitungan 2 menit berikutnya kesebelasan DIY punya peluang emas ketika penjaga gawang lawan maju terlalu ke depan sehingga tidak lagi menguasai gawang. Sayang tendangan bola melambung Guntur dengan nomor punggung 10 jatuh beberapa centimeter di samping kiri gawang.

Pada menit ke 10, ketangguhan lawan tak sanggup dibendung. Kedudukan imbang 1-1. Serangan-serangan lawan terus mengancam. Bola terus berkutat di seputar gawang DIY.  Gol kedua lawan menambah jauh jarak pertarungan.

Pada babak kedua, kesebelasan DIY mencoba bangkit. Teriakan sporter yg mulai emosional. Beruntung kepiawaian Sabda,  penjaga gawang bermomor punggung 1 cukup membanggakan. Sehingga beberapa kali bola yang mencoba mencoba menjebol gawang dapat ditepis.

Insiden yang kurang mengenakkan terjadi akibat sering dan banyaknya pemain jateng yang mengalami kram kaki.pada babak kedua, tak kurang dari 5 pemain bahkan ada yang bersamaan saling bergelimpangan. Sehingga mengurangi indahnya permainan. Dan tentu merusak konsentrasi pemain yg score-nya ketinggalan.

Kurang lebih 5 menit menjelang peluit panjang tanda berakhirnya permainan, serangan agresif lawan kembali tak dapat dipatahkan. Akhirnya untuk ke 3 kalinya gawang DIY harus bergetar. Kedudukan 1-3 untuk kemenangan lawan.  Dengan kekalahan ini, maka terhentilah langkah DIY masuk babak semi final.

Tetaplah semangat wahai tim kesebelaaan Kulon Progo  yang telah membawa panji DIY bertarung di Jakarta hingga juara grup G di babak 8 besar. Kemenangan telah di tangan kalian, hanya persoalan waktu untuk meraih kejuaraan.

Apresiasi patut kita sampaikan kepada SSB HW Wates yang telah berkontribusi mengirimkan 9 pemain dari 18 pemain yang dikirimkan. SSB HW (Hizbul Wathan) salah satu amal usaha Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wates Utara. SSB HW yang saat ini  dipimpin oleh Rahmad Suharto (mas mamad), adalah sekolah sepak bola yang kini memiliki siswa lebih dari 200 anak. Sebuah asset daerah yang perlu  didukung oleh semua pihak.

Oleh karenya kita harus optimis bahwa suatu saat nanti akan lahir pemain- pemain bola profesional dari  sekolah ini.(Agt)

About redaksi

Check Also

Wau Enjang Dugi Siang, KPDJ Ngawontenaken Baksos Ten 2 Kapenewon

Wau enjang, nom-noman Kulon Progo di Jabodetabek (KPDJ), ngawontenaken Bhakti Sosial. Yang disasar adalah anak …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *