Home / KEMAT / Sedulur Papat Limo Pancer dalam Sebilah Keris

Sedulur Papat Limo Pancer dalam Sebilah Keris

Orang Jawa hidup dengan bahasa simbol. Bahasa pralampito. Bahasa semesta, baik jagad alit (mikrokosmos) maupun jagad ageng (makrokosmos) yang memang demikian adanya. Kita mau menempuh jalan religiusitas maupun jalan spiritualitas ataupun mengkolaborasikan dan meramu kedua duanya dalam satu sinergi adalah pilihan adanya.

Oleh: Ki Mujiono
Penggiat Keris dari Perkumpulan Brajabumi

Ada payung bersusun tiga memberi makna karsa, rasa, cipta. Niat, krenteg, dan laku. Tatag, teteg, tutug. Ketika ngagem dan menghunus keris lurus, yang terdiri dari besi, baja dan pamor, hakikatnya momong tentang diri, ego dan super ego di dalam diri manusia.

Dalam konsep Jawa lebih sempurna lagi dengan istilah yang lebih populer disebut sedulur papat, lima pancer. Tapi saya pribadi lebih senang menyebutnya sedulur papat, siji pancer.

Keris dengan unsur logam (besi baja pamor) dalam pembuatannya melalui proses tempa, meski ia keras tapi selayaknya harus luwes. Sesekali membahas tentang keris dari seni tempa, metalurgi, seni kriya, simbol simbol, makna dan sisi eksoteris dengan bahasa ilmiah.

Adakalanya membahas keris dan mensakralkan keris dari sisi mistik magis dan nalar Jawa yang sinengker bukan rahasia lagi, tapi lebih bersifat personal pribadi. Sering orang  ingat tentang bhinneka tunggal ika (hubungan horisontal), tapi lupa esensi tan hana dharma mangrwa nya (hubungan vertikal/keilahian/ingsun sejati nya).

Keris maupun pusaka tak bisa lepas dari hal-hal yang bersifat magis, mistik yang sesungguhnya adalah logis dan nalar adanya. Dan ketika aku hening, melihat, berkaca benggala ke dalam diri, yang ada hanyalah suara sunyi. Riuh nan sepi. Dan terdengar gaung semesta “hooooonnngggg ” seperti lebah berdengung dan batinku pun berbisik “iqra,  bacalah.. iqra bismirrabbikaladzi khalaq.” bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan… (*)

About redaksi

Check Also

Brajabumi Ikut Peringati 1.407 Tahun Bumi Galuh

Bertolak dari Rumah Budaya Bumi Bimasakti yang sekaligus Sekretariat Perkumpulan Tosan Aji Brajabumi, hari sudah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *