Home / KANGBARNO / Romahurmuziy: Lulusan SMAN 1 Jogja, Anak Band yang jadi Ketum PPP

Romahurmuziy: Lulusan SMAN 1 Jogja, Anak Band yang jadi Ketum PPP

Setelah para menteri yang membentuk band dan tampil di Java Jazz akhir pekan kemarin, demam pejabat ngeband meningkat. Kali ini, yang kembali main band adalah Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), M. Romahurmuziy.

Memang, sejak SMA, Rommy memang dikenal sebagai anak band. Saat SMA ia memiliki grup band Bhinneka Svara IX yang berisikan teman-temannya di SMAN 1 Yogyakarta yang lulus tahun 1993.”Ini band SMA yang saya bentuk tahun 1991 bersama teman-teman satu angkatan,” katanya ketika ditemui di gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Setelah lulus SMA, mereka masuk perguruan tinggi lantas berkarir, personel grup band itu pun tercerai berai. Mereka berkumpul jika ada event tertentu seperti reuni SMA. Rommy, demikian panggilan akrabnya, setiap dua pekan sekali masih menyempatkan waktu bermusik bersama teman-temannya semasa SMA.

Rommy merasakan manfaat bermain band, bukan hanya merelaksasi diri namun juga menghibur orang lain. Selain itu juga untuk menyeimbangkan otak kanan dan kiri, agar tidak hanya berkutat di bidang politik tetapi ada olah rasa dan seni. “Manfaat musik itu menyatukan. Karena musik itu bahasa universal dan bisa dinikmati oleh siapapun,” ucapnya.

Ditambahkannya, bermusik mampu membuat dirinya lebih ringan dalam menghadapi berbagai masalah. “Membuat kita lebih rileks dalam menghadapi persoalan sehingga tidak ada beban yang dirasa berat,” paparnya.

Dalam pandangannnya, musik bisa mempersatukan semua pihak, “Musik itu bahasa universal dan dia tidak mengenal agama, tidak mengenal suku dan bisa dinikmati siapapun,” ungkapnya.

Beberapa waktu lalu, grup bandnya sempat pentas di acara Lustrum XII SMA 1 Yogyakarta di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, Jumat (15/12/2017). Dalam rangkaian peringatan Hari Lahir ke-45 Partai Persatuan Pembangunan se-Indonesia, ia juga tampil bersama bandnya di hadapan belasan ribu massa di halaman kantor DPRD Sumsel, Palembang (28/1) dan lapangan Tegalega, Bandung (11/2).

Ia memetik bass dan melantunkan lagu-lagu 1990-an macam Yogyakarta, Tomat, hingga lagu kids jaman now, Akad, dari grup band Payung Teduh. “Saya memang pemain band sejak SMA dulu. Saya pegang bass,”katanya.

Sebelum tampil, ia bersama empat personilnya, yakni Heru Sukrisna, Jatmiko Suparmadi, Alfred Bertrand David Dodu dan Marsia Rusfianti rutin berlatih di Jakarta. “Seminggu dua kali kita latihan di studio di rumah saya sendiri. Kebetulan kebanyakan dari kami berkarir di Jakarta,” cetusnya.

“Sebelum tampil ini kami memang masih sering kontak dan akhirnya dapat tawaran main, ya kami iyakan saja. Di sela kesibukan biasanya tetap saya sempatkan main musik, asyik bisa menghibur bersama kawan-kawan lama,” tuturnya.

“Di SMAN 1 Jogja, setiap angkatan diwajibkan menggunakan nama band official Bhineka Svara dan saya angkatan ke-9. Karena personil ini formasi baru setelah kita terpisah 20 tahun lebih maka kita namakan Bhinneka Svara IX Reunion,” terangnya.

Dalam beberapa kesempatan manggung terakhir, lagu yang dimainkan antara lain Gemilang (Krakatau), Fallen (Lauren Wood), Yogyakarta (Kla Project), Sahabat Sejati (Sheila on 7), Seperti yang Kuminta (Chrisye), Sempurna (Andra & The Blackbone), Nuansa Bening (Keenan Nasution), Akad (Payung Teduh), Galih dan Ratna (Chrisye), dan Tomat (Wali).

Romahurmuziy adalah salah satu siswa terbaik SMAN 1 Yogyakarta yang pernah meraih Siswa Teladan tingkat Nasional pada 1992. Lulus SMA pada 1993, ia menamatkan Sarjana Teknik Fisika dan Magister Teknik Industri di ITB, Bandung.

Semasa SMA, ia pernah menjabat sebagai Ketua OSIS dan semasa mahasiswa menjadi Ketua Lembaga Kemahasiswaan Masjid Salman, ITB. Pernah tercatat sebagai dosen Teknik Fisika, UGM, Yogyakarta, sejak 2009 ia terpilih sebagai anggota DPR RI dan saat ini menjadi anggota Komisi Ekonomi dan Keuangan DPR sembari menekuni bisnis.(kib)

About redaksi

Check Also

Cungkup Makam Kiai Sorokusumo Mbanaran Rusak

Cungkup itu, terlihat tua. Bangunannya dengan jelas mengabarkan kerentaan: pendek, kusam karena lumut, genteng jadul, …

One comment

  1. trahkertadjaja

    Pantesan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *