Home / PMD / Ratusan Anak Penyu Dilepas di Pantai Trisik

Ratusan Anak Penyu Dilepas di Pantai Trisik

Konservasi anak penyu atau tukik memang memerlukan kesadaran dan kepedulian semua pihak. Beruntung, ada kegiatan wisata edukasi di Trisik yang diharapkan semakin meluaskan pengetahuan tentang perilaku penyu dan pentingnya upaya pelestariannya.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jogjakarta, Untung Suripto, mengungkapkan saat melakukan pelepasan anak penyu, di pantai Trisik, kemarin Selasa, 13 November 2018.

BKSDA mendukung adanya program wisata edukasi konservasi penyu di kawasan Pantai Trisik, Desa Banaran, Kecamatan Galur, Kabupaten Kulon Progo. Hal itu diharapkan bisa menumbuhkan kesadaran dan pemahaman publik secara lebih mendalam terhadap upaya konservasi tersebut.

“Banyaknya pengunjung di pantai Trisik dan mendapatkan edukasi tentang penyu serta konservasinya, maka diharapkan bisa mengubah perilaku manusia terhadap satwa dan memunculkan perhatian dan kepedulian,” jelasnya.

Di Kawasan Pantai Trisik Galur Kulon Progo kerap menjadi lokasi pendaratan penyu lekang dan penyu hijau untuk bertelur, satwa tersebut bertelur di pasir pantai namun telurnya kerap dijarah predator maupun manusia, untuk penyelamatan penyu di Pantai Trisik saat ini digarap Kelompok Konservasi Penyu Abadi Trisik yang menangkarkan telur temuan masyarakat lalu tukiknya dilepasliarkan.

Untung menambahkan, penyu kerap bertelur di pantai pada malam hari, empat hari sebelum dan sesudah bulan purnama. Satwa itu cukup sensitif terhadap cahaya dan suara bising sehingga bisa gagal bersarang dan kembali ke laut apabila terlalu banyak aktivitas manusia di sekitar pantai tujuan penyu bertelur. Maka itu, dengan adanya edukasi dan pemahaman masyarakat terhadap perilaku penyu ini, diharapkan upaya konservasi itu bisa terus berjalan. Pihaknya juga mengharapkan campur tangan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo untuk memberi perhatian lebih pada upaya konservasi satwa dilindungi itu. Khususnya terkait penataan wilayah.

Pihaknya mengapresiasi komitmen kelompok konservasi Trisik maupun kepedulian dari masyarakat, termasuk IIP BUMN yang turut melepasliarkan sekitar 100 ekor tukik tersebut. Ketua Umum IIP BUMN, Eri Imam Apriyanto membeberkan pihaknya berusaha untuk ambil bagian dalam kepedulian lingkungan dan mengupayakan pelestarian penyu. Bekerjasama dengan UGM, rencananya akan didirikan stasiun riset di Trisik untuk keperluan penelitian penyu. (yad)

About redaksi

Check Also

Kalurahan Sendangsari Pengasih Gelar Wilujengan Ambal Warsa Kaping 73

Pengasih, Kabarno.com – Pasukan Bergada yang terdiri dari para dukuh dan Pamong Kalurahan sore kemarin …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *