Home / KANGBARNO / R Setyo Budi, Bakal Calon Bupati Kebumen-7: Aktif Ngumpulke Balung Pisah

R Setyo Budi, Bakal Calon Bupati Kebumen-7: Aktif Ngumpulke Balung Pisah

Bila datang ke Kebumen luangkan waktu untuk mampir di pasar Senggol Selang. Orang Kebumen mayoritas sangat mengenal dengan pasar ini.

Dibalik namanya yang unik Pasar Senggol Selang memiliki sejarah yang lekat dengan perjalanan panjang Kabupaten Kebumen.

Adalah tokoh yang sangat termasyhur pada era Mataram Islam yang hidup di wilayah Selang. Beliau adalah R. Kramaleksana, seorang mantri pemajegan kraton Mataram yang memilik tugas menarik pajak di sekitar wilayah Banyumas dan Kedu.

Kramaleksana juga seorang menantu dari KRT. Kertinegara yang kala itu sebagai Temenggung (setara Bupati) di wilayah Sruni (sekarang masuk wilayah Kebumen).

Kramaleksana adalah suami R Ngt. Roro Inten, putri ketiga KRT. Kertinegara. Dua putra lainya adalah R. Kertileksono dan R. Kertisentiko.

Ketetapan Tuhan adalah suatu hal yang hak. Tidak ada hal yang kebetulan, ketika terjadi pertemuan antara Ki Setyo yang meliki garis keturunan KRT. Kertinegara dengan Risyanto yang merupakan keturunan (trah) R. Kramaleksana dari salah satu putranya R. Nuryadikrama. Seolah membuka cakrawala baru untuk Kabupaten Kebumen kedepan.

Pertemuan berawal dari sebuah tempat foto copy di Jl. Pemuda Kebumen. Ketika itu, Antok (panggilan akrab Risyianto) memfoto copy buku sorosilah trah R. Kramaleksana.

Setelah melihat buku yang difoto copy ada “sambung rapet” kekeluargaan keduanya saling berkenalan dan berbagi cerita hingga berlanjut melakukan kunjungan ke para sesepuh dan makam leluhur yang ada.

Tidak berhenti di situ, atas saran dan gagasan Ki Setyo disarankan untuk mengaktifkan kembali Paguyuban Keluarga Besar Trah R. Kramaleksana yang pernah dibentuk namun mengalami kefakuman yang cukup lama.

Gayung pun bersambut. Antok sangat bersemangat untuk itu. Sebelum melakukan rapat koordinasi keduanya sowan beberapa tokoh sepuh baik dari trah KRT. Kertinegara seperti dr. Bambang Gunawan ( Tanggerang ) juga sesepuh dari Trah R. Kramaleksana seperti R. Subagyo, R. Wasis dan Eyang Giyono. Tujuannya untuk mohon restu dan petunjuknya.

Seperti yang direncanakan semula Organisasi Trah R. Kramaleksana dapat hidup kembali dengan kepengurusan baru yang dipimpin oleh R. Risyianto. Adapun hingga tahun 2019 tercatat tidak kurang dari 10.000 keluarga besar Trah R. Kramaleksana yang tersebar di berbagai wilayah di dalam dan luar negeri termasuk Singapura, Malaysia, Australia, Wilayah Eropa dan Amerika. ( Secara resmi R. Kramaleksana meliki 3 istri dengan 11 orang putra putri).

Banyak ide dan gagasan muncul setelah adanya organisasi ini. Juga kegiatan nyata yang sering dilakukan. Rasa kerinduan dengan wilayah Nenek Moyang yang telah melahirkannya, menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air dan tumpah darahnya.

Besar keinginan trah R. Kramaleksana untuk dapat berpartisipasi aktif membangun wilayah Kebumen. Dan salah satu langkah nyatanya adalah pengkaderan pemimpin di wilayah kebumen.

Organisasi Trah R. Kramaleksana bukanlah organisasi politik. Ini murni organisasi / paguyuban keluarga. Niatnya yang tulus ingin membangun Kabupaten Kebumen semata didasarkan pada rasa cinta terhadap tanah leluhur.

Dan Paguyuban ini percaya dan memperyakan perwujudan cita cita Mulya ini kepada Ki Setyo dengan didukung penuh seluruh keluarga besar Trah Kramaleksana melalui R. Risyanto selaku Ketua Umum Paguyuban Trah Kramaleksana.(bersambung )

About redaksi

Check Also

Sahabat Ngopi Merekatkan Kekancan Sesama Wong Kulon Progo

Gelaran Ngopi atau Ngobrolin Inspirasi akhir pekan kemarin, mendapat banyak sambutan positif dari warga Kulon …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *