Home / KANGBARNO / Parto Kromo: karena  Cinta harus Diperjuangkan

Parto Kromo: karena  Cinta harus Diperjuangkan

Tinggal sedino, Ki Seno Nugroho bakal mayang nang Lapangan Nganjir, Dusun Nganjir, Desa Hargorejo, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo. Sesok, malem Kemis, 12 Juni 2019, lakon sing bakal dibabar yoiku Parto Kromo.

Dan, pagi ini, menepi di Bumi Glagahwangi tempat para wali menyaji sesanti, saya menuliskan Parto Kromo. Inilah lakon tua yang memiliki banyak penggemar. Tidak hanya sakral (karena pernikahan Arjuna dan Sembadra bahkan disaksikan dan diiringkan para dewa) tapi juga romantis, penuh haru, serta sarat perjuangan. Parto Kromo merupakan memoar. Sebuah statmen paling mendasar bahwa ada cinta yang tak  lunak, bahkan bagi Raden Arjuna ya Janaka ya Permadi ya Palguna ya Parta.

Parto adalah kesatria Pandawa. Ia putra ketiga Dewi Kunthi dan Prabu Pandudewanata. Namanya disebut dengan penuh keagungan sebagai lelananging jagad atau pria sejati di seluruh muka dunia. Tapi lihatlah ironi bagi wayang paling tampan itu.

Untuk mendapatkan cinta Dewi Wara Sembadra ya Rara Ireng yang Bratajaya, Arjuna membutuhkan kerja keras dan perjuangan yang penuh drama. Ia harus mampu membuktikan cintanya yang besar agar diterima oleh wanita utama trah Mandura itu.

Di sepanjang masa, lakon ini, seperti menjadi lakon ‘wajib’ dalam sebuah pernikahan. Pernikahan-pernikahan sederhana di kampung-kampung, misalnya,  selalu  ‘nanggap’ kaset wayang dengan lakon ini. Di desa-desa di Kulon Progo, pada malam sebelum esok hari digelar upacara panggih, orang akan setia mendengarkan Ki Hadisugito yang ger-geran.

Pada masa ketika pernikahan belum mengejar kekinian, mendengarkan kaset yang memutar lakon Parto Kromo, terasa sangat memorable. Apalagi, tidak hanya di area pernikahan, orang-orang seisi desa, juga bisa ikut mendengarkan wayangan yang disiarkan langsung lewat toa yang sengaja dipasang (biasanya) di pohon kelapa yang tinggi.

Jangan salah. Walaupun sekadar nanggap kaset, wayangan dalam pernikahan-pernikahan orang Jawa di masa lampau, tak kehilangan kemeriahan. Seperti wayangan sungguhan, para penjaja jajanan akan ikut berjajar, meriung dari banyak sudut.

Sementara bagi para orangtua yang mampu menghadirkan ki dalang, momentum menikahkan anak, adalah saatnya bernostalgia bersama lakon Parto Kromo. Sebab sejak para leluhur mereka, pernikahan seolah tidak sempurna tanpa mbabar cerita rabine Arjuno.

Mereka, orang-orang Jawa (terutama di masa lalu) percaya, Parto Kromo menjadi semacam doa (ada pula yang meyakini bahwa lakon ini bisa meruwat memolo) bagi mempelai.

Perjuangan cinta Arjuna, diharapkan sebagai suri bagi mempelai pria. Sementara keteguhan Bratajaya membangun kesetiaan, juga diharapkan bisa diikuti jejaknya oleh mempelai wanita. Tapi lebih dari semua itu, pernikahan Janaka-Sembadra adalah pernikahan yang akan melahirkan wiji ratu, keturunan yang sukses sebagai pemimpin di masa depan.

Jadilah, besok malam, lakon Parto Kromo akan dimainkan di Nganjir. Resminya, ada tiga rangkaian acara yang menandai perhelatan ini: Syawalan Warga Nganjir, Reuni SMPN 2 Wates (84), Reuni SMAN 1 Wates (87), serta Syukuran cetak ulang biografi Nami Kulo Sumarjono.

Itu acara resminya. Tapi di balik yang serba resmi, wayangan dengan lakon Parto Kromo adalah kado 25 tahun pernikahan Sumarjono dan Fia Fridayanti. Benar. Pada tahun ini, dua sahabat semasa sama-sama merampungkan kuliah di ITB itu, telah melewati usia pernikahan yang panjang sejak perjuangan cinta Sumarjono sampai di titik paling membahagiakan 27 Mei 1994.

Panjenangan semua, para pembaca Kabarno.com, bisa membaca drama asmara itu dalam buku Nami Kulo Sumarjono. Nanti, setelah membaca, yakinlah, panjenengan akan sependapat mengapa wayangan dengan lakon Parto Kromo pantas menjadi kado pernikahan perak Sumarjono.(*)

About redaksi

Check Also

Campursari & Wayang Virtual: Tetap Gayeng Nonton dari Rumah

Pandemi belum berakhir, tapi berkesenian tidak boleh berhenti. Dan, Sahabat Ngopi bersama komunitas Kulon Progo …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *