Semarang,KABARNO.Com- Maraknya pejabat kepala daerah yang terkena operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapat perhatian serius oleh Ketua Umum Partai Anjing, Eko Haryanto.
Mantan sekretaris KP2KKN Jateng tersebut merasa prihatin atas tertangkapnya Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Menurutnya, Bupati Sukoharjo tersebut sedang apes dan bernasib sial. Seharusnya yang bersangkutan lebih kreatif dan inovatif dalam melakukan korupsi agar tidak terendus aparat penegak hukum.
” Sayangnya, modus yang digunakan dinilai masih cara lama, yakni memaksa pegawai BPKAD menyetor 40 persen dari insentif upah pungut, serta meminta setoran rutin dari dinas-dinas lain (OPD),” ungkapnya dalam keterangannya kepada wartawan di Semarang, Senin (13/7/2026),
Pernyataan Eko Haryanto selaku Ketua Umum Partai Anjing yang didampingi Sekretaris Partai Anjing, John Arie, merupakan sebuah parodi dan sarkasme.
Beberapa hari sebelumnya, Eko Haryanto mendeklarasikan Partai Anjing sebagai bentuk protes terhadap semakin maraknya praktik korupsi di berbagai lini dan institusi.
“Bupati Sukoharjo itu sedang apes dan sial. Mungkin pas wetonnya. Kami sebenarnya mendukung agar KPK di Jawa Tengah melakukan OTT setiap hari atau setiap minggu,” tutur Eko Haryanto.
Menurutnya, modus seperti itu tidak hanya terjadi di Kabupaten Sukoharjo, tetapi juga dilakukan di berbagai daerah di Indonesia. Seharusnya koruptor berinovasi agar jangan sampai tertangkap. Mereka harus belajar dari kesalahan koruptor yang sudah tertangkap dan lebih pandai lagi dalam berkorupsi.
” Tetapi KPK ternyata juga semakin cerdik. Malam hari pun mereka melakukan OTT. Bupati, wali kota, dan gubernur yang berkorupsi harus lebih hati-hati lagi,” tambahnya.
Petugas KPK dan Penegak Hukum Berlomba Melakukan OTT
Apalagi saat ini, lanjutnya, petugas KPK berada di berbagai daerah dan aparat penegak hukum lainnya juga berlomba-lomba melakukan OTT.
“Pesan saya intinya, para koruptor dalam berkorupsi harus lebih hati-hati, lebih canggih modusnya, jangan sampai laporan dari masyarakat diketahui oleh petugas KPK,” tambahnya.
Hal senada diungkapkan John Arie. Ia menambahkan, dalam setahun terakhir jumlah kepala daerah yang terjaring OTT termasuk yang terbanyak.
“Dalam logika parodi dan sarkasme, ya sudah semua pimpinan daerah supaya korupsi saja biar rakyat jelata menjadi tulang belulang dan dimakan oleh Partai Anjing. Silakan saja sudah kadung begini,” katanta
Partai Anjing, katanya, juga memuji tindakan kriminal yang dilakukan oleh Bupati Sukoharjo Etik Suryani sebagai sebuah “prestasi keuangan”.
“Kami sangat mengagumi sistem creative accounting di Pemkab Sukoharjo. Di mana lagi ada sistem pemotongan upah otomatis berkedok legalitas SK Bupati. Ini bukan pemerasan, ini hanyalah program ‘Tabungan Paksa Masa Depan Pimpinan’. Hasilnya pun luar biasa beraneka ragam (highly diversified), mulai dari pecahan yen, ringgit, dolar, hingga emas batangan murni.
” Brankas empat laci itu sebetulnya berfungsi sebagai mini bank swasta penopang inflasi daerah,” demikian rilis media yang mereka bagikan kepada para jurnalis.(*)
