Wayang Padat
Badan Penghubung Daerah DIY
Bekerjasama Dengan
Sahabat Ngopi Kulon Progo (SNKP)
& Kulon Progo di Jabodetabek (KPDJ)
Dalang : Ki Imam Kuncoro, Pepadi DKI Jakarta
Lakon : Ontoseno Ngraman
Bintang tamu : Sinden Wainten
Waktu : Anjungan Daerah Istimewa Yogyakarta
Taman Mini Indonesia Indah, Sabtu 16 Oktober 2021, mulai pukul 09.00-17.00 WIB
Ontoseno, anak Bima yang perkasa, lugas, dan apa adanya, ingin menguji siapa sesungguhnya, yang pantas menjadi raja Astinapura. Dan, ia mengajak anak-anak Pandawa untuk memberontak. Ngraman dengan cara aman: tidak boleh ada kerusakan, menghindari kekerasan, sekadar menguji siapa yang mampu duduk di dampar kencana negeri Astina.
Benar. Selama ini, dampar itu kosong, karena memang tidak ada yang berani duduk di atasnya. Juga Prabu Duryudana, yang sedang siniwaka di singgasana. Ia membuat sendiri singgasana palsu, tiruan, imitasi, dan membiarkan singgasana utama Astina yang keramat, kosong.
Lalu, Pancawala datang ke Astina sebagai utusan. Putra Puntadewa ini memang jago untuk urusan diplomasi. Di belakangnya, sebagai pendukung utama adalah Ontoseno dan anak-anak Pandawa lain.
Gempar. Para Kurawa mulai ngeri, membayangkan anak-anak Pandawa datang dengan sepasukan penuh. Kemudian, setelah menyampaikan tujuannya, segeralah dimulai prosesi duduk di dampar kencana Astinapura.
Yang pertama mencoba, Pancawala. Bukan hanya gagal, tapi terpental, pingsan. Juga yang lain. Tak ada satu pun, ksatria Kurawa dan Pandawa yang mampu duduk di singgasana.
https://www.youtube.com/watch?v=lDbAzVVSDt8
Tiba-tiba datang, Gajah Atisura. Gajah yang tak kalah keramat, karena merupakan pusaka leluhur Pandawa dan Kurawa. Gajah ini, membawa Raden Abimanyu di punggungnya. Dan, begitu saja, Abimanyu didudukkan di dampar kencana yang agung. Sukses, berhasil, tidak mengalami tulasarik, kuwalat dan segala marabahaya.
Semua anak Pandawa bersorak. Sementara dari dampar kencanaa utama negeri Astina, memancar cahaya gemerlapan. Cahaya dari calon raja yang sesungguhnya. Ontoseno puas, caranya menguji siapa yang sesungguhnya pantas memimpin Astina, di masa depan, sudah bisa dipastikan.(*)









