Home / KANGBARNO / Nyalon itu, Menakar Ikrar.. 

Nyalon itu, Menakar Ikrar.. 

Teringat benar ketika saat saat berhadapan dengan Team Penguji Feat and Propertest Bakal Calon Bupati / Wakil Bupati Kabupaten / Kota Wilayah Jawa Tengah dari PDI Perjuangan. Itu terjadi di Kantor DPD PDIPerjuangan Semarang, Sabtu,  21 Desember 2019 lalu.

Peserta dihadapkan tim penguji berdasarkan absensi kehadiran. Nah, sebagai pesarta yang datang paling awal maka saya mendapat nomor urut pertama. Jadi, tepat pukul 08.00 WIB saya sudah harus berhadapan dengan tim penguji.

Saya tidak menghitung, tapi rasa-rasanya, waktu yang dibutuhkan 45 menit. Ada 30 pertanyaan yang alhamdulillah semua dapat terjawab dengan baik.

Menurut saya seluruh pertanyaan sangat berbobot sehingga diperlukan kehati-harian dalam menjawab. Apalagi, tim penguji terdiri dari lima tokoh senior PDI Perjuangan di wilayah Jawa Tengah.

Dari semua pertanyaan ada salah satu yang membuat saya semakin mantap dalam mempersiapkan diri sebagai Bupati / Wakil Bupati Kebumen. Sebab, jawaban dari pertanyaan itu adalah sekaligus ikrar bila pada saatnya saya benar-benar menjabat sebagai Bupati / Wakil Bupati Kebumen 2020-2024.

Pertanyaan itu merupakan hal mendasar yang akan menakar Komitmen seorang kepala daerah. Semula saya berpikir bahwa komitmen yang dimaksud adalah visi misi saya. Namun sebelum saya menjawab seolah ada petunjuk yang mengatakan bukan visi dan misi, karena soal visi dan misi menjadi pertanyaan tersendiri di sesi berikutnya.

Komitmen yang dimaksudkan adalah janji saya selaku Kepala Daerah terhadap diri sendiri, terhadap masyarakat, terhadap PDI Perjuangan selaku partai pengusung, dan terhadap NKRI. Semua Komitment itu saya jawab dengan satu jawaban yang sama.

Saat itu saya menjawab begini, “Dengan selalu memohon petunjuk Allah SWT, Sebagai Kepala Daerah Saya siap memposisikan diri serta mencurahkan segala daya upaya sebagai  abdi  atau pelayan bagi kemajuan dan kedamaian Kabupaten Kebumen dan NKRI 4 tahun ke depan.

Komitmen ini tentu saja bukan tanpa alasan, karena saya paham betul ketika saya menjabat Kepala Desa, bahwa seorang kepala daerah bukanlah dia yang harus dilayani. Sebaliknya, seorang kepala daerah harus mampu memberikan pelayanan yang terbaik di Wilayahnya.

Komitmen ini  juga harus diimbangi dengan pemahaman yang luas dan mendalam tentang keadaan serta kebutuhan mendasar yang saat ini terjadi dan diperlukan di Kebumen.

Saya meyakini. Ki R Setyo Budi meyakini komitmen ini akan menjadi pertimbangan utama dalam DPP PDI Perjuangan dalam memberikan rekomendasi kepada para kandidat untuk bisa terus melaju sebagai Calon Bupati / Wakil Bupati Kebumen.

Sebagai partai yang memiliki keberpihakan besar kepada wong cilik, PDI Perjuangan tentu saja akan mengutamakan kesanggupan “melayani’ bukan ‘dilayani’ atau ‘mengabdi’ bukan ‘menjadi raja’ dari para kadernya.(*)

About redaksi

Check Also

Setiap Kamis Pagi, Siswa TK Pertiwi Ekokapti Kulur, Berenang

Pagi baru saja dimulai. Jam bergerak di angka 07.30 WIB. Saat itulah, siswa-siswi TK Pertiwi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *