Home / KANGBARNO / Muhyat, Wong Kebumen sing Sukses nang Jakarta

Muhyat, Wong Kebumen sing Sukses nang Jakarta

Namanya Muhyat. Atau lengkapnya, Muhyat SE, ME. Menepi dari panggung politik, ia sedang menjalani peran lain sebagai pengusaha. Ngiras pantes, menerapkan ilmu yang diperoleh dari FE & Studi Pembangunan Unsoed Purwokerto.

Tapi darah aktivis, membuatnya kembali dibawa arus ke dunia politik. “Selama lima tahun ini, saya memang libur dari politik meski tidak benar-benar meninggalkannya. Alhamdulillah, sedang menekuni dunia perminyakan,” kata Komisaris Utama PT. Petro Migas Indonesia itu.

Lima tahun menjaga jarak dengan politik, kini Muhyat mucul kembali. Hajatan Pilpres, seperti memanggilnya untuk ikut mengambil peran. Politisi Partai Golkar ini, memang memiliki pengalaman sebagai relawan Jokowi saat menjadi Koordinator Nasional Persaudaraan Himpunan Masyarakat Indonesia Pro Joko Widodo Jusuf Kalla (Pahmi-Projo JK).

Lahir di Kebumen, 12 Juni 1974, Muhyat adalah aktivis tulen. Sudah sejak belia, ia dikenal sebagai penggiat berbagai pemberdayaan masyarakat.  Merampungkan seluruh jenjang pendidikannya di kota kelahirannya, ia merupakan alumni SDN 1 Pasar Senen di Ambal Kebumen, yang meneruskan di SMPN 1 Buluspesantren Kebumen.

Selesai SMAN Kebumen, Muhyat  menamatkan D3 di Tarbiyah Islam Mahad Assyifa Purwokerto sebelum masuk FE Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Lulus S1, penerima beasiswa Jarum ini menyelesaikan program S2 tahun 2013 di Trisakti Jakarta.

Ketika menjadi mahasiswa di Unsoed, kiprah Muhyat ngedap-edapi. Ia termasuk tokoh mahasiswa di zamannya. Sejak masuk kampus hingga lulus, banyak waktunya dihabiskan di organisasi.

Pada 1993-1994, ia duduk sebagai Ketua Rois Fakultas Ekonomi sekaligus Direktur Pengembangan Usaha KOPMA UNSOED. Dari 1994-1995, Muhyat ditunjuk menjadi Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa Jurusan Ekonomi. Pada 1994 pula, Muhyat tampil sebagai Ketua Umum Pekan Orientasi Mahasiswa Baru Se-Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto.

Pernah menjabat sebagai Ketua Umum Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi UNSOED 1995-1996, reputasi Muhyat semakin diakui. Tahun berikutnya ia menjadi Ketua Dewan Pertimbangan HMJ  Ekonomi serta Ketua Bidang Ekstern Senat Mahasiswa Universitas UNSOED 1997-1998.

Menjadi aktivis yang telah malang-melintang di banyak organisasi, Muhyat juga dikenal sebagai tokoh Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI). Karirnya di organisasi mahasiswa Islam yang disegani itu, dibangun saat terpilih menjadi Ketua Umum HMI Komisariat Ekonomi UNSOED 1995-1996. Lalu, Sekretaris Umum HMI Cabang Purwokerto 1996-1997 yang dilanjutkan menjadi  Wakil Sekretaris Badan Koordinasi (BADKO)  HMI JATENG-DIY 1997-1999.

Setelah menjadi Ketua Umum Badan Koordinasi (BADKO) HMI Jawa Tengah-DIY 1999-2001, puncak karir Muhyat di HMI terjadi antara 2001 hingga 2003, ketika ia dipilih sebagai  Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar (PB) HMI.

Di luar kampus, nama Muhyat juga masyur.  Ia, misalnya saja, pernah menjadi Ketua Pemantau Pemilu  1999 (KPP-HMI) Wilayah Karisidenan Banyumas. Lalu, Ketua KPPS TPS 64 Kelurahan Mangunjaya Kabupaten Bekasi Pilkada 11 Maret 2007.

Begitu hijah di Jakarta, kiprah bapak dua anak ini, semakin menasional. Ia banyak bertalian dengan para politisi di Senayan. Misalnya saja, Muhyat pernah menjadi Anggota Tim Asistensi Pansus RUU Politik DPD RI Tahun 2007. Setahun kemudian, ia masuk  Tim  Asistensi Ketua Tim RUU SUSDUK  DPD RI Tahun 2008.  Pada 2010, Muhyat juga tercatat sebagai Anggota Tim Perumus Rancangan Usulan Perubahan (Revisi) UU N0.32/Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah, DPD RI.

Kegemarannya berorganisasi, semakin matang setelah menimba ilmu dari cendikian muslim paling kondang, Nurcholish Madjid. Muhyat menjadi asisten Cak Nur di Bidang Jejaring dan Komunikasi  PMKI (Perkumpulan Membangun Kembali Indonesia) organisasi yang dipimpinnya.

Setelah menimba ilmu pada Cak Nur, sosok yang giat mengikuti banyak kursus dan pelatihan berbagai bidang ini, menambah pengetahuannya tentang pemerintahan saat menjadi  Tenaga Ahli Pimpinan (KETUA) DPD RI 2007-2011, serta Tenaga Ahli Bid. Hubungan Kelembagaan Menko Perekonomian RI 2011-2014.(kib)

About redaksi

Check Also

Cungkup Makam Kiai Sorokusumo Mbanaran Rusak

Cungkup itu, terlihat tua. Bangunannya dengan jelas mengabarkan kerentaan: pendek, kusam karena lumut, genteng jadul, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *