Home / KEMAT / Misteri Keris Kendit yang Wingit

Misteri Keris Kendit yang Wingit

Keris Kendit adalah jenis keris langka yang tidak banyak beredar di pasaran. Sementara itu pemilik keris ini juga sangat jarang. Salah satu yang memiliki adalah Bupati Kebumen serta Ketua Umum Perkumpulan Tosan Aji Brajabumi, Ki Setyo Budi.

Ini pamor yang dicari untuk dikoleksi secara pribadi. Para pedagang memburunya, sementara kolektor enggan berbagi. Dikenal dengan sebutan Keris Kendit. Sebab, memang ada kendit atau sabuk atau gesper, biasanya terletak di sor-soran.

Sesungguhnya pamor ini, jenis tiban. Pamor yang tiba-tiba muncul di antara pamor lain yang lebih terlihat dan dominan. Jika bercampur dengan pamor Wos Wutah, tuah yang dimiliki keris ini dipercaya semakin kuat. Salah satu yang sering disebut sebagai tuah adalah kemampuannya menolak bala, keris ini bisa menangkal penyakit menular.

“Kendit di gonjo tuahnya untuk menjaga rumah, biasanya agar tidak kemalingan. Kendit rata-rata di gonjo dan warongko, untuk di bilah jarang sekali. Tapi saya punya. Di Kebumen, yang juga punya keris kendit adalah Pak Bupati,” kata Ki Setyo Budi, Ketua Umum Perkumpulan Tosan Aji Brajabumi tentang keris kendit yang wingit.

Beberapa keris kendit yang populer antara lain, Kendit Pelet. Ini merujuk pada lukisan di dalam warangka kayu Timoho yang menyerupai garis hitam atau coklat melingkar. Biasanya gambar hitam itu terlihat sempurna mendatar di tengah warangka.

Ada tiga jenis Kenit Pelet yang dikenal secara luas. Yaitu Kendit Putih, Kendit Rante serta Kendit Simbar. Memang, yang banyak dicari adalah kendit di atas kayu Timoho, tapi keris kendit juga bisa ditemukan pada jenis kayu lain seperti asam atau kayu elo.

Lalu seperti apa jenis Kendit Putih? Seperti namanya, ada gaaris putih yang melingkar sebagai gambar identitas. Garis itu melilit warna cokelat. Banyak yang percaya, konon, Kendit Putih bisa membuat pemilik keris ini berwibawa disegani siapa saja.

Sedang Kendit Rante, merujuk pada garis hitam yang menyerupai rantai di atas kayu timoho. Lukisan Kendit Rante, bisa juga berupa garis cokelat tua. Biasanya bentuk garis itu terputus-putus namun merapat seperti terikat. Tuahnya, tentu saja bisa mengikat seperti rantai. Bila ia seorang pedagang atau pengusaha, akan mengikat pelanggan untuk selalu mempercayainya berbisnis dengan pemilik keris ini.

Sementara itu, jenis Kendit Simbar atau sering juga disebut Kendit Ilat-ilatan menunjukan gambar pada warangka kayu timoho yang menyerupai jilatan nyala api. Lukisan pada warongko ini berbentuk garis hitam atau cokelat. Biasanya tidak rata atau berbercak, tak ubahnya nyala lidah api.(kib)

About redaksi

Check Also

Mengenal Dalang Kebumen-15:Ki Bambang Cahyono, Dalang yang Budayawan

Keberadaan dalang di wilayah Kabupaten Kebumen tersebar merata dan nyaris di setiap kecamatan ada.  Seakan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *