Home / KANGBARNO / Mengenang Advent Bangun di Lapangan Pencengan

Mengenang Advent Bangun di Lapangan Pencengan

Aktor laga Indonesia paling legendaris, Advent Bangun, sore ini akan  dikebumikan. Bintang film yang ikut membesarkan imajinasi anak-anak di era 80an ini, pergi untuk selaamnya, setelah berjuang melawan gagal ginjal. Pria berusia 65 tahun ini, menghembuskan nafas terakhir, Sabtu 10 Februari 2018.

Kepergian aktor yang membintangi lebih dari 50 film ini, seperti melemparkan kenangan masyarakat pada era kejayaan film laga di Indonesia. Bagi masyarakat Jombokan, Advent Bangun adalah idola yang ditonton secara gratis di layar tancep. Biasanya, diputar oleh Dinas Penerangan Kulon Progo di Lapangan Pencengan atau di Lapangan Kopok Kidul.

Film paling laris yang saat itu mampu mendatangkan seluruh warga desa adalah Si Buta Dari Gua Hantu. Film ini diproduksi tahun 1985. Tahun itu, adalah tahun kehebatan Advent Bangun sebagai aktor laga. Paling tidak, pada 1985, ia membintangi 11 film. Selain Si Buta Dari Gua Hantu, tahun itu ia juga terlibat dalam film  Dia Yang Berhati Baja, Komando Samber Nyawa, Darah Perjaka, Gantian Dong, Putri Duyung, Carok, Bukit Berdarah, Sunan Gunung Jati, Tertembaknya Seorang Residivis, Si Buta Dari Gua Hantu,  Satria Bambu Kuning.

Lahir di Kabanjahe, Sumatera Utara, 12 Oktober 1952, Advent Bangun memang identik dengan film jotosan. Sebagai orang Batak, pria bernama lengkap Thomas Advent Parangin-angin Bangun ini, mendapat didikan sangat disiplin sejak kanak-kanak dari ayahnya yang jaksa. Keterlibatannya di film-film laga, dimulai dari karirnya sebagai karateka.

Advent Bangun adalah juara nasional karate  selama 12 tahun berturut-turut, sejak tahun 1971.  Prestasi itu tak pernah digeser oleh siapapun, bahkan hingga ia meninggalkan olahraga yang  pernah pula mengantaranya sebagai atlet karate peraih predikat juara di tingkat Asia, Eropa, serta Amerika itu.

Dan, di tengah puncak karirnya sebagai karateka, Advent Bangun mendapat tawaran main film. Jadilah, untuk pertama kalinya di tahun 1976, ia memulai karir baru sebagai bintang laga lewat film judul Rajawali Sakti.

Selama 40 tahun lebih berjaya di layar lebar, nama Advent Bangun, seperti tak tergantikan. Hanya sedikit aktor laga yang mampu menyamai rekor karirnya. Misalnya saja, Barry Prima. Hingga meninggalkan film karena mendapat panggilan hati menjadi pendeta, Advent telah membintangi lebih dari 50 film populer.

Beberapa film yang sangat dikenal masyarakat antara lain, Rajawali Sakti (1976), Dua Pendekar Pembelah Langit (1977), Golok Setan (1983), Si Buta Lawan Jaka Sembung (1983), Anita (1984), Dia Yang Berhati Baja (1985), Bukit Berdarah (1985), Sunan Gunung Jati (1985), Si Buta Dari Gua Hantu (1985), Malaikat Bayangan (19870, Pendekar Bukit Tengkorak (1987), Siluman Srigala Putih (1988), Melacak Tapak Harimau (1990), Pedang Naga Pasa (1990).

Kini, aktor dengan karir sangat hebat itu, pergi. Namun nama Advent Bangun abadi di hati para pecinta film-film nasional. Juga untuk mereka yang hanya pernah melihat film di tengah lapangan dengan layar tancap raksasa, seperti warga Jombokan yang memorinya tak akan pernah terhapus saat nonton di Lapapangan Pencengan.(kib)

About redaksi

Check Also

Cungkup Makam Kiai Sorokusumo Mbanaran Rusak

Cungkup itu, terlihat tua. Bangunannya dengan jelas mengabarkan kerentaan: pendek, kusam karena lumut, genteng jadul, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *