Home / KANGBARNO / Lelaku Nggayuh Wahyu…

Lelaku Nggayuh Wahyu…

Teringat betul ‘pangandikanipun” (kata kata)  mediang Bapak R. Sosro Subagyo beberapa saat sebelum berpulang ke Rahmatullah Minggu 8 Desember 2019.  Hari Senin sebelumnya kami sempat berbincang di kursi bambu “lenggahan” kesukaan Almarhum Bapak.

Sebagai seorang kesepuhan sepertinya, beliau sudah bisa merasakan kalau waktunya tidak akan lama lagi. Dengan bijak beliau ngendiko, “nggayuh Wahyu Keprabon, bisa dibaca pemimpin, kui kudu sing hening, heneng lan henang. Sing kenceng nggone cekelan waton, nyawiji antarane lati, ati lan lakuning suku.”

Hal yang tidak biasa Almarhum Bapak lakukan pada saat memberikan nasehat  adalah nada suaranya yang sangat lemah lembut, sangat bijaksana. Itu, jauh dari biasanya yang terkesan keras dan penuh wibawa.

Walaupun sekilas nasehat sekaligus pesan terakhir, namun ini adalah pesan khusus berkaitan dengan saya dalam Pencalonan Bupati / Wakil Bupati Kebumen 2020 + 2024.

Pada saat dimintai do’a restu, tidak banyak yang beliau ucapkan, hanya sebuah do’a dan kalimat restu orang tua kepada putranya untuk terkabulkan hajatnya menjadi Bupati / Wakil Bupati Kebumen. Selebihnya hanya diam dalam suasana yang hening

Ki Setyo bersama tokoh-tokoh masyarakat Kebumen

Apa yang diucapkan Almarhum Bapak R. Sosro Subagyo tentang hening, heneng dan henang, adalah sebuah laku yang harus ditempuh tidak hanya pada saat seseorang akan nggayuh Wahyu. Namun juga sikap yang harus dilakukan oleh orang yang sudah mendapatkan Wahyu dan menjadi Pemimpin di tengah tengah masyarakat.

Wejangan Bapak bukanlah hal yang tidak lazim. Sebetulnya yang disampaikan adalah deskripsi dari Ajaran Rosulullojh Muhammad SAW, tentang Hubungan Manusia Dengan Allah, Hubungan Manusia Dengan sesama Manusia dan Hubungan Manusia denan Alam ( dhohir dan batin ) yang semua itu untuk mencapai kemenangan atau kejayaan.

Sing kenceng gandulan waton (yang teguh dalam pendirian) rupanya ini adalah manifestasi slogan yang sangat tidak asing bagi para Kader Militan PDI Perjuangan yaitu “Tetap Tegak Lurus”.

Kondisi ini saya pegang teguh, di kala para kandidat lain ada yang ‘menyebrang’ ke Partai Pengusung lain atau mundur untuk mencalonkan secara independen. Malah ada yang mundur dan berhenti mencalonkan diri.

Tapi saya tidak.  Ki R. Setyo Budi, tetap konsisten, Istikomah tegak lurus mencalonkan diri sebagai Bupati / Wakil Bupati Kebumen 2020 – 2024 hanya melalui PDI Perjuangan.

Walau tawaran, gosokan, rayuan datang bertubi untuk beralih Partai atau mendaftar di Partai lain saya tetap  bergeming. Saya yakin inilah jalan yang sudah ditunjukan Allah SWT Tuhan Penguasa Alam untuk saya dalam meraih  Wahyu Kepemimpinan di Kebumen.

Ki Setyo bersama Ki Anto Kramaleksana.

Nyawiji antarane lati (ucapan atau perkataan) Ati (hati atau hal yg dirasakan) dengan lakuning suku (tingkah laku) ini adalah modal utama bagi seorang Pemimpin terlebih sebagai Kepala Daerah (Bupati).

Banyaknya kasus korupsi dan tindakan menyimpang lain yang terjadi sehingga berdampak pada kemajuan suatu Daerah adalah karena tidak adanya sinkronisasi antara ketiga hal tersebut. Banyak Pemimpin lupa dengan Dharma Utamanya (Tugas dan Kewajibannya). Apa yang dikatakan beda dengan yang dilakukan terlebih bertentangan dengan hati nuraninya.

Namun demikian saya memilik keyakinan, Pimpinan Pusat (DPP PDI Perjuangan) bukan tokoh-tokoh yang gegabah dalam mengambil keputusan. Terutama dalam menentukan Wahyu Rekomendasi kepada para kandidat yang ada.

Fakta sudah menunjukan dari Presiden RI hingga Gubernur Jawa Tengah, semua adalah hasil keputusan tepat   DPP PDI Perjuangan yang menentukan tidak sekadar lewat penilaian dhohir namun juga hasil olah batiniah yang tinggi.

Dan Kebumen, saat ini memerlukan pemimpin yang betul-betul sanggup dan mampu menerima Wahyu Keprabon. Dialah pemimpin yang sebenar-benarnya: mampu berjuang bersama seluruh komponen yang ada, memiliki ide ide briliant, memahami betul tentang masyarakat dan budayanya, mengerti kebutuhan mendesak warganya.

Teriring do’a untuk Almarhum Bapak R. Sosro Subagyo di alam kasuwargan jati. Insya Allah saya, R. Setyo Budi akan mampu mengemban amanah mulia untuk Kebumen Beriman dan Berbudaya kedepan.(*)

About redaksi

Check Also

Setiap Kamis Pagi, Siswa TK Pertiwi Ekokapti Kulur, Berenang

Pagi baru saja dimulai. Jam bergerak di angka 07.30 WIB. Saat itulah, siswa-siswi TK Pertiwi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *