Home / KANGBARNO / Kontingen Duta Budaya Kulon Progo Disambut Kaperda & Pengurus Bakor PKP

Kontingen Duta Budaya Kulon Progo Disambut Kaperda & Pengurus Bakor PKP

Tadi pagi, kontingen dari Kulon Progo diterima oleh Kaperdan dan Managemen Taman Mini Indonesia Indah (TMII), untuk nanti malam, melakukan pergelaran Sendratari Kiskendha Mraheswara.

Selain Kaperda dan pihak TMII, kontengen duta seni Kabupaten Kulon Progo juga diterima oleh Pengurus Badan Koordinasi Paguyuban Kulon Progo (Bakor PKP). Terlihat, ada Ketua II Bakor PKP, Amir Haryono, serta Sekretaris Umum Bakor PKP, Agus Triantara.

Hari ini, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, akan menggelar pameran kerajinan produk unggulan dan pergelaran kesenian. Bertempat di Anjungan Daerah Istimewa Yogyakarta Taman Mini Indonesia Indah (TMII), acara berlangsung hari ini hingga nanti malam.

Selain pameran produk unggulan, pergelaran kesenian menjadi atraksi yang ditunggu warga Kulon Progo di Jabodetabek. Dimulai pukul 20.00 WIB, sejumlah atraksi yang akan ditampilkan antara lain, Menguyu-uyu sebuah musik Krunpyung, Tari Angguk Trengginas, Komposisi Gentong Rembes, serta sandratari bertajuk Kiskendha Hrahaswara.

Krumpyung adalah ensambel musik bambu, yang selama ini berkembang di perbukitan Menoreh. Pergelaran musik Krumpyung, biasa dipakai mengiringi berbagai kegiatan kesenian, mulai dari tarian rakyat hingga mengiringi lagu-lagu populer.

Sementara itu, Tari Angguk Trengginas merupakan kesenian yang juga berkembang di tengah masyarakat Kulon Progo. Kesenian ini, sejak tahun 2013, telah ditetapkan menjadi kesenian unggulan, karena memang penggemarnya berlimpah. Bupati Hasto Wardoyo juga mencanangkan senam anggung ceria.

Pergelaran yang juga akan ditampilkan dalam pameran produk unggulan dan pergelaran kesenian Kabupaten Kulon Progo adalah Komposisi Gentong Rembes. Juga Sedratari Kiskendha Mrahaswara yang mengangkat legenda Goa Kiskendha.

Legenda ini, sudah sangat popouler di Kulon Progo karena memang selalu dikisahkan sejak kanak-kanak. Mengisahkan pergulatan cinta Mahesasuro dengan putri khayangan, Dewi Supraba. Dalam lakon ini, nantinya, Mahesasuro akan binasa di tangan Resi Subali. Tapi cinta tak lantas punah, karena justru muncul cinta segitiga antara Subali-Sugriwa-Supraba.(kib)

About redaksi

Check Also

Cungkup Makam Kiai Sorokusumo Mbanaran Rusak

Cungkup itu, terlihat tua. Bangunannya dengan jelas mengabarkan kerentaan: pendek, kusam karena lumut, genteng jadul, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *