Home / KANGBARNO / Ki Anom Sucondro Guyang Onclong Ing Belik Sumberejo

Ki Anom Sucondro Guyang Onclong Ing Belik Sumberejo

Di awal Suro, atau tepatnya, Selasa, 11 September 2018, masyarakat Jatimulyo melakukan tradisi Guyang Onclong. Ini merupakan ritual memandikan jaran kepang yang mengambil tempat di pepunden Sumberejo, Banyunganti, Jatimulyo, Girimulyo, Kulon Progo.

Bersama Guyang Onclong, digelar pula  tradisi Baritan yang dilaksanakan menjelang magrib pada bulan Suro. “Tradisi baritan puniko diadani saben warsa lan tradisi punika diadani saben ngarepe magrib ing wulan suro,” jelas  Kepala Desa Jatimulyo, Anom Sucondro.

Pak Kades menambahkan tradisi Baritan ini dilaksanakan setiap tahun di belik Sumberejo, Banyunganti, JatImulyo, Girimulyo. Semua warga Banyunganti berkumpul di bawah pohon beringin yang ada mata airnya, hingga magrib tiba.

Mbah Miharjo, sesepuh desa menuturkan,  waktu itu di wilayah pegunungan tersebut belum ada namanya. Konon ada para wali yang singgah di tempat itu dan bertamu dengan penghuni desa yang baru tiga orang. Saat para wali itu mampir di rumah tiga orang tersebut, disuguh air putih dengan camilan ketela pohong. Setelah itu, diberi nama Suguh Tamu.

Para wali meninggalkan pedukuhan Suguh Tamu ke utara, tidak jauh dari pedukuhan Suguh Tamu ada sebuah pohon besar. Nah di bawah pohon besar atau pohon beringin muncul mata air yang bersih, para wali kembali lagi ketempat ketiga orang meninggal pesan bahwa ada pohon beringin yang sangat besar dibawahnya muncul sumber air, kedepan mohon diuri-uri dan di beri nama Sumberejo.

Pada masa-masa berikutnya, mata air Sumberejo menjadi tempat warga beristirahat saat ke pasar dengan kuda. Pas di bawah pohon beringin, kuda sering berhenti minta air di Sumberejo, hingga sekarang di daerah Suguh Tamu Banyunganti ada satu kuda kepang yang setiap tahun  harus dimandikan atau diguyang di belik Sumberejo. (yad)

About redaksi

Check Also

Cungkup Makam Kiai Sorokusumo Mbanaran Rusak

Cungkup itu, terlihat tua. Bangunannya dengan jelas mengabarkan kerentaan: pendek, kusam karena lumut, genteng jadul, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *