Home / KANGBARNO / Ini, Perayaan Agustusan Gaya Ikabarata

Ini, Perayaan Agustusan Gaya Ikabarata

Perayaan Kemerdekaan RI ke-75 di tengah pandemi Covid 19, memang menghasilkan banyak kreasi, sehingga tidak melulu lomba yang mengumpulkan banyak orang. Usai Sahabat Ngopi menggelar turnamen bulutangkis secara terbatas, kali ini giliran Ikatan Keluarga Banaran dan Bantarjo di Jakarta dan Sekitarnya (Ikabarata), yang punya gawe.

Paguyuban Kulon Progo yang sudah berusia 49 tahun itu, menggelar kegiatan yang diberi judul  Ikabarata Campaign 2020. Isinya lomba berbusana khas Kulon Progo. Perlombaan yang ditutup pada 16 Agustus 2020 itu, telah menghasilkan para juara.

“Acara yang digelar dalam rangka HUT RI KE-75 ini, telah diseleksi oleh panitia penyelenggara,” kata Supardio, tokoh Ikabarata yang aktif di grup percakapan Sahabat Ngopi.

Dari hasil seleksi, pemenang pertam diberikan kepada Pak Subardi dari Sentolo  deng surjan lurik. Pak Juwari  yang juga menggenakan surjan lurik mendapat predikat juara kedua. Sementara itu, di posisi ketiga diraih oleh Pak Dwi Marsudi, piyayi Kokap yang memakai  batik motif geblek renteng khas Kulon Progo.

“Ini kegiatan dadakan, jadi memang serba terbatas. Hanya untuk meramaikan HUT RI KE 75. Karena tidak bisa membuat kegiatan yang mengumpulkan massa, kita buat lomba busana untuk lucu-lucuan dari paguyuban level bawah. Hadiahnya nanti akan disampaikan saat ulangtahun Ikabarata ke-50 pada September 2021,” tambah Pak Pardio.

Selain menghasilkan tiga juara, lomba busana khas Kulon Progo ini juga memberikan penghargaan untuk peserta idola couple yang jatuh pada pasangan bapak Warsito. Sedangkan Mas Adif Buchory, mendapat predikat Juara termuda hiburan terlucu.

Tiga nama yang menjadi Juara Harapan adalah  Pak Sigit Raharjo, Rifal Dwiputra Nugraha dengan beskapnya, serta Pak Rohmani yang asli Salamredjo. (dio)

About redaksi

Check Also

Cungkup Makam Kiai Sorokusumo Mbanaran Rusak

Cungkup itu, terlihat tua. Bangunannya dengan jelas mengabarkan kerentaan: pendek, kusam karena lumut, genteng jadul, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *