Hari Minggu di TMII, Duta Seni Kabupaten Kebumen Tampilkan Angguk

oleh -11 Dilihat
oleh

Duta Seni Kabupaten Kebumen, akan tampil di Anjungan Jawa Tengah Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Minggu, 1 April 2018, mulai pukul 10.00 WIB.

Menampillan seni tradisi Angguk, pergelaran ini mengusung lakon Pedhut ing Parangakik. Bagi masyarakat Kebumen, Angguk memang populer. Orang di sebelah timur Kebumen, sekitar Kutoarjo atau Purworejo mengenalnya sebagai Ndolalak.

“Jika menuruti selera pakem, Angguk memakai kaidah-kaidah wayang orang. Gerak tari dan sulukan seperti wayang wong pada umumnya. Iringannya menggunakan sejenis alat musik pukul seperti kendang, terbang, rebana dan bedug. Cerita diambil dari Babad Menak,” kata Setyo Budi, seniman Kebumene yang dulu sering ikut terlibat dalam Duta Seni Kabupaten Kebumen.

Setyo Budi yang juga dikenal sebagai kolektor keris, kini lebih banyak menekuni profesi sebagai dalang. Selain banyak melakukan berbagai pementasan, Ketua Perkumpulan Brajabumi ini, sangat peduli pada perkembangan kesenian di Kebumen. Termasuk pemilihan tema yang akan digelar Pemkab dalam pementasan Duta Seni.

“Dulu pada awalnya ketika saya belum secara total menekuni seni pedalangan, saya tidak terlalu meyakini tentang animo atau apalah namanya di masyarakat yang menyatakan bahwa lakon dalam sebuah pementasan wayang atau ketoprak, bisa nemusi atau tembus pada kehidupan si penanggap,” jelasnya.

Misalnya kisah Anoman Obong, maka tak lama akan terjadi kebakaran di daerah tersebut. Namun setelah banyaknya wejangan dari beberapa pepunden dan guru, ada sisi logis yang ternyata bisa dipertanggungjawabkan dari statmen dan anggapan tersebut. “Sebagaimana keyakinan saya bahwa nama adalah doa. Demikian pula lakon atau jalan cerita. Tidak jauh dari apa yang sebelumnya sudah tersirat dari si peminta lakon tersebut,” ungkapnya.

Lantas makna apa di balik pementasan lakon Pedhut ing Parangakik, pada pentas Duta Seni Kabupaten Kebumen, tanggal 1 April nanti? Setyo Budi tidak memberikan jawaban. Ia hanya berharap, pertunjukan itu sukses digelar, bisa menghibur, serta menyemarakkan kesenian di wilayah Kebumen.(kib)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.