Home / KANGBARNO / EMBLEG…

EMBLEG…

Ada yang menarik dari dialog budaya yang diselenggarakan Seksi Kebudayaan, Dinas Pendidikan Kabupaten Kebumen, Selasa 14 September 2021. Yoyok Bambang Priambodo (Semarang) melontarkan pernyataan sekaligus pertanyaan menggelitik.

Di kebumen ada Kuda Kepang atau biasa disebut embleg, namun itu milik siapa, gerak tarinya milik siapa, Gending pegiring milik siapa? Benar asli Kebumen atau mengadopsi dari daerah lain.

Penulis merasa sangat tertarik untuk mengulas ini karena beberapa alasan diantaranya adalah untuk menyelamatkan aset budaya lokal daerah Kebumen yang kedua meghindarkan pemahaman bahwa Seni di Kebumen hanya hasil adopsi dari wilayah lain.

Hal utama yang ingin penulis tekankan disini adalah EMBLEG Kebumen merupakan jenis seni Kuda Kepang yang asli lahir dan berasal dari Wilayah Kabupaten Kebumen.

Di Bumi Nusantara ini dari ujung Sabang sampai Merauke, diakui sangatlah banyak ragam seni Kuda Kepang, namun demikian keberadaanya sangatlah bervariasi walaupun dari pengamatan dan pemahaman sekilas semua hampir sama.

Secara umum jenis seni Kuda Kepang meruakan jenis kesenian sekelompok pemain yang diilustrasikan menaiki kuda, namun kuda yang digunakan dibuat dari bahan bambu yang dianyam ( dikepang ) dengan diiringi musik tradisional seperti gamelan, terompet dan lainnya.

Tidak ubahnya dengan EMBLEG yang ada di Kebumen, pada dasarnya adalah memiliki kesamaan kekhasan merupakan jenis kesenian Kuda Kepang.

Namun yang perlu ditekankan bahwa EMBLEG Kebumen terlahir dari histori atau sejarah yang sangat bwrbeda dengan jenis seni kuda kepang manapun.

EMBLEG Kebumen lahir bukan mendasarkan pada kisah cerita Panji, Kisah Warok, Kisah Bujang Ganong, atau Kisah lain yang muncul dan ada diwilayah lain, namun EMBLEG Kebumen lahir asli berdsarkan kisah atau histori yang muncul dan ada di wilayah Kabupaten Kebumen.

Mendasarkan pada kisah heroik ( Kepahlawanan ) Pangeran Diponegoro dengan pasukannya, yang bergerak menentang compeni Belanda yang disertai dengan misi penyebaran semangat juang mengusir penjajah dari Bumi Nusantara.

Perjuangan dilakukan dengan dengan berbagai cara termasuk menggunakan media pertujunkan seni EMBLEG. Kecerdasan leluhur kita mengantarkan pada tampilan kostum pemain EMBLEG di Kebumen yang sangat khas dan jauh berbeda dengan jenis Kuda Kepang manapun, karena Kostum EMBLEG sepintas sama persis dengan pakaian serdadu Belanda.

Ada maksud dibalik semua itu, karena pada saat itu Pemerintah Kolonial Belanda sangat membatasi gerak penduduk pribumi untuk mengobarkan sikap perlawanan terhadap Colonial Belanda. Dengan mengenakan kostum yang menyamai Serdadu Belanda maka dianggap kelompok EMBLEG memiliki rasa solidaritas dan pro Compeni, sehingga pertunjukannya tidak serta merta dibubarkan atau dilarang sama sekali.

Namun di balik kostum dan tariannya diatas kuda, EMBLEG Kebumen memiliki misi perjuangan, keagamaan, kemanusian serta perlawanan terhadap kaum penjajah yang luar biasa.

Musik pengiring hanya dengan beberapa jenis gamelan yang disitu memiliki makna atau nilai ajakan perjuangan mengusir penjajah dari bumi Pertiwi tercinta.

Tiga gong kecil yang berfunsi sebagai bende perang, ketika dipukul maka prajurit akan segera bersiaga, ada terompet yang ketika ditiup bertalu talu tanpa henti yang selalu menumbuhkan semangat jiwa korsa serta kendang sebagai simbol ajakan untuk Ndang Ndang ( segera ), bergerak maju mengusir penjajah. Bersmaan musik gamelan pengiring dimainkan maka gerak tari pemain EMBLEG begitu semangat namun tetap luwes dan penuh nuansa mistik.

Nuansa Mistik pada EMBLEG Kebumen dimunculkan sebagai wujud simbolis kekuatan para pejuang Pribumi yang semua itu akan membuat takut dan gentar para pasukan Compeni Belanda.

Kebumen, 14 September 2021

About redaksi

Check Also

Haryanta, SH: Calon Lurah Banaran yang Berpengalaman & Didukung Trah Berpengaruh

Pemilihan Lurah Banaran, segera digelar. Akan berlangsung pada Minggu, 24 Oktober 2021, Pemilihan Lurah (Pilur) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *