Dihadiri 2000 Peserta, Kongres Neurorehabilitasi Asia-Oseania 2025 Digelar di Yogyakarta September Mendatang

oleh -344 Dilihat

Yogyakarta KABARNO.com : Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dipercaya menjadi tuan rumah Asian Oceanian Congress of Neuro Rehabilitation (AOCNR) 2025, kongres ilmiah terbesar di bidang neurorehabilitasi se-Asia Pasifik. Kongres dijadwalkan berlangsung pada 3–7 September 2025 di The Alana Hotel & Convention Center Yogyakarta, dan akan diikuti oleh sekitar 2.000 peserta dari 25 negara.

 

Presiden Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Indonesia (PERDOSRI) dr. Rumaisah Hasan, Sp.KFR(K) mengatakan DIY dipilih karena keistimewaannya sebagai pusat budaya dan sejarah Jawa.

 

“DIY bukan hanya memiliki fasilitas yang memadai, tetapi juga sejarah panjang dan nilai-nilai budaya yang kuat. Arahan Sri Sultan agar kegiatan ini turut mempromosikan DIY secara global akan kami wujudkan dalam setiap rangkaian acara nantinya,” ungkap dr. Rumaisah usai audiensi dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Jumat (18/7/2025).

 

Pemilihan DIY sebagai tuan rumah AOCNR 2025 tidak hanya didasarkan pada kesiapan infrastruktur, tetapi juga karena keistimewaan Yogyakarta sebagai pusat budaya dan sejarah Jawa.

 

Selain menjadi forum ilmiah, AOCNR 2025 juga menjadi momentum strategis untuk mempromosikan pariwisata dan budaya lokal.

 

Sri Sultan berharap para peserta mancanegara dapat merasakan langsung kekayaan budaya Yogyakarta sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas bangsa Indonesia.

 

Mengusung tema “Neurorehabilitation: The Future Trends from Hospital to Community”, AOCNR 2025 menyoroti pentingnya transisi layanan rehabilitasi saraf dari rumah sakit ke masyarakat. Fokus utama kongres ini adalah peningkatan kualitas hidup para lansia, selaras dengan tingginya proporsi penduduk lansia di DIY.

 

Sebagai bagian dari kontribusi terhadap masyarakat, PERDOSRI juga akan menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial seperti penyuluhan kesehatan, pemeriksaan gratis, serta edukasi bagi lansia. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong kemandirian lansia dalam menjaga kesehatannya.

 

“Ini bukan sekadar kongres ilmiah, tetapi juga wadah untuk memberi dampak nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

 

AOCNR 2025 digelar atas kolaborasi antara PERDOSRI, World Federation for Neurorehabilitation (WFNR), dan Asia Oceanian Society for Neurorehabilitation (AOSNR). Rangkaian kegiatan meliputi simposium, kuliah umum, workshop praktik langsung, seminar publik, hingga kompetisi riset.

 

Topik-topik yang akan dibahas mencakup inovasi dan teknologi terkini dalam bidang rehabilitasi saraf. Kongres ini diharapkan menjadi pertemuan ilmiah terbesar di kawasan Asia-Oseania sekaligus mendorong peran aktif ilmu kesehatan dalam pembangunan komunitas. (Wur)