Home / MAF / Demi Transparansi, Kemendagri Lucurkan Sistem Keuangan Desa Versi 2.0

Demi Transparansi, Kemendagri Lucurkan Sistem Keuangan Desa Versi 2.0

Kementrian Dalam Negeri meluncurkan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) versi 2.0, di  Gedung  Sasana  Bhakti Praja,  Kementerian  Dalam  Negeri,  Jakarta,  kemarin, Rabu, 21 November 2018.

Pada kesempatan itu, Mendagri diwakili oleh Dirjen Bina Pemdes, Dr. Nata Irawan serta Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Dr. Ardan Adiperdana, Ak., MBA., CA, CfrA.

“Dengan kedua sistem tersebut, dapat diharapkan akan membantu pemerintah desa di seluruh Indonesia dalam menjalankan tata kelola aset desa dan tata kelola keuangan desa, sehingga lebih transparansi dan akuntabel. Dan tentu saja harapan kita, dapat pula meminimalisir potensi terjadinya kasus-kasus korupsi pengelolaan keuangan dan aset  desa,” kata  Dirjen  Bina  Pemdes  saat  menyampaikan sambutannya.

Kedua  sistem  dimaksud  adalah  Sistem  Keuangan  Desa  (SISKEUDES), sebuah aplikasi digital hasil kerjasama antara Kemendagri dan BPKP  dan  Sistem  Pengelolaan  Aset  Desa  (SIPADES),  sebuah  aplikasi  digital  yang dikembangkan oleh Ditjen Bina Pemdes, Kementerian Dalam Negeri.

“Kemudahan  masyarakat  mengakses  informasi  tentang  bagaimana  pengelolaan  aset  desa  dan  pengelolaan keuangan  desa  itu  dilaksanakan,  akan  membantu proses pengawasan dan pengendalian,”  lanjutnya.

Sesuai amanat UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, desa memiliki kewajiban untuk  melakukan  pengelolaan keuangan  desa  sehingga  mendorong  desa  akan semakin  maju,  mandiri  dan  sejahtera.  Berdasarkan  amanat tersebut  Direktorat Jenderal  Bina Pemerintahan  Desa  sebagai  pengemban    tugas  dan  fungsi  untuk memfasilitasi  pemerintah  desa  dalam  pengelolaan  keuangan  dan  aset  desa,  telah menerbitkan  Peraturan Menteri  Dalam  Negeri  Nomor  20  tahun  2018  tentang Pengelolaan    Keuangan  Desa  sebagai  hasil  perubahan Permendagri  sebelumnya, Permendagri Nomor 113 Tahun 2014.

Sebagaimana  diketahui  bahwa  mulai  tahun  2015  Direktorat  Jenderal  Bina  Pemerintahan  Desa  Kemendagri bersama  Badan  Pengawasan Keuangan  dan  Pembangunan  (BPKP)  telah  mengembangkan Aplikasi  Sistem Keuangan Desa.

Sistem ini, sebagai alat bantu pemerintah desa dalam mengelola  keuangan  desa  yang  dituangkan  dalam  Nota Kesepahaman  antara  Menteri  Dalam  Negeri dan Kepala Badan Pengawasan Keuangandan Pembangunan (BPKP) Nomor  900/6271/SJ dan MoU16/K/D4/2015 tanggal, 6 November 2015 tentang Peningkatan Pengelolaan  Keuangan  Desa.

“Berdasarkan  data  per  31  Desember  2017  lalu, SISKEUDES  sudah  diimplementasikan  di  33  Provinsi  413  Kabupaten/Kota  yang  tersebar  di  64.765  Desa  atau  sekitar  86,39  %  dari  total  desa  di  seluruh  Indonesia,” tutur  R  Gani  Muhammad  SH,  MAP,  Direktorat Fasilitasi  Keuangan  dan  Aset Pemerintahan Desa, Ditjen Bina Pemdes  saat menyampaikan laporan.

Lebih  lanjut  Gani  menjelaskan  bahwa  dengan  ditetapkannya  Permendagri Nomor  20  Tahun  2018  tentang Pengelolaan  Keuangan  Desa  sebagai  Perubahan Permendagri  113  Tahun  2014  tentang  Pengelolaan  Keuangan Desa,  telah mengakibatkan  Aplikasi  Sistem  Keuangan  Desa  (Siskeudes)  yang  telah diimplementasikan  oleh desa-desa  di  seluruh  Indonesia  harus  dilakukan penyesesuaian  menu, konten dan fitur-fiturnya.

Sebagai langkah awal penyesuaian  dan  penyempurnaan  Aplikasi  SISKEUDES  tersebut,  pada  tanggal  tanggal,  9 September 2018 telah dilakukan  penyerahan bahasa  program (source  code) Aplikasi Sistem  Pengelolaan  Keuangan  Desa  (SISKEUDES)  oleh  BPKP  kepada  Ditjen  Bina Pemerintahan  Desa  Kementerian  Dalam  Negeri.

Dan  sebagai  langkah  percepatan penyesuaian aplikasi  Sistem  Keuangan Desa (SISKEUDES 2.0),  telah  dibentuk  Tim Bersama Pengembangan dan Penerapan Aplikasi Siskeudes yang berangotakan dari unsur  Ditjen  Bina  Pemdes  dan  BPKP.  Penetapan  Tim  ini  dituangkan  dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 900.05-8366 Tahun 2018 pada tanggal, 29 Oktober 2018.

Berdasarkan  Permendagri  Nomor  20  Tahun  2018  tentang  Pengelolaan  Keuangan  Desa  Pasal  30  ayat  (3), disebutkan  bahwa  pengelolaan  Keuangan  Desa  dapat dilakukan dengan Sistem Informasi yang dikelola Kementerian Dalam Negeri.

Pengelolaan dan Penyebarluasan Aplikasi SISKEUDES  2.0 oleh  Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota dan Pemerintah Desa akan diatur lebih lanjut  oleh Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri.

“Untuk mempercepat Implementasi Aplikasi SISKEUDES 2.0 oleh Pemerintah Desa di seluruh Indonesia,  Ditjen Bina Pemdes  telah menyediakan sarana dan prasarana belajar bagi Pemerintah Provinsi  dan  Kabupaten/Kota maupun  Pemerintah  Desa  berupa  In-House  Trainig (IHT) SISKEUDES dan SIPADES yang bertempat di gedung C lantai 2,”  imbuhnya.

Gani  berharap,  dengan  diresmikannya  Aplikasi  Sistem  Keuangan  Desa (SISKEUDES 2.0) versi Permendagri 20/2018  dan dengan adanya In-House Training  SISKEUDES,  Pengelolaan  Keuangan  Desa  pada  74.957  desa  di seluruh  Indonesia semakin baik dan berkualitas. Tentu, sesuai dengan asas Pengelolaan Keungan Desa yaitu partisipatif,  akuntabilitas,  dan  transparans  serta  tertib  dan  disiplin  untuk  mewujudkan desa yang maju, mandiri dan sejahtera.

“Sekarang mari kita sambut Era  Baru  pengelolaan  Keuangan    Desa  berbasis  aplikasi  Sistem  Keuangan  Desa  atau SISKEUDES 2.0,”  lanjut Gani mengakhiri sambutannya.

Acara  yang  berlangsung  hikmat  tersebut  dihadiri  oleh  pejabat  dari  lingkup Kemendagri, BPKP, dan Bappenas. Tampak pula Kepala Bale Pemerintahan Desa di Malang dan Yogyakarta. (agt)

About redaksi

Check Also

Iki Loh Swasono nek Isuk-isuk Mlaku Nang Mbantul

Isuk tansah iseh adem. Srengenge durong ngetoke raine. dadi suasana iseh ketok peteng.  Ning, aku …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *