Home / RJ / BPBD DIY Gladi Lapang Antisipasi Jebolnya Waduk Sermo

BPBD DIY Gladi Lapang Antisipasi Jebolnya Waduk Sermo

Ini sekadar pengandaian. Andai Waduk Sermo jebol, ada enam Kecamatan di Kabupaten Kulon Progo bakalan menerima luapan air. Ini yang diantisipasi BPBD DIY saat bersama masyarakat menggelar Gladi Lapang Penanggulangan Bencana akibat jebolnya Waduk Sermo.

Wakil Bupati Kulon Progo, Drs. H. Sutedjo Wiharso,ikut memantau langsung jalannya gladi di lokasi, Sabtu, 29 September 2018.

“Ini sangat penting, warga masyarakat yang ada di enam Kecamatan, menurut prediksi, seandainya waduk sermo jebol akan kena dampaknya, jadi latihan atau gladen ini sangat penting.”

Pengarahan dan upacara pembukaan dilaksanakan di Lapangan Kaliagung, Sentolo, Kulon Progo. Yang bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Drs. H. Sutedjo Wakil Bupati Kulon Progo, serta yang menjadi Komandan Upacara, Kapten Czi Sugiarta Danramil 03/Kokap. Sementara itu, Perwira Upacara dikendalikan oleh Kapten Inf Wiyono, Danramil 07/Sentolo.

Hadir pada acara Gladi ini Danrem 072/Pmk yang diwakili oleh Dandim 0731/Kulon Progo Letkol Dodit Susanto, A. Md., Polda DIY, Kepala Pengelola Serayu Opak, Kepala BPBD DIY beserta Jajarannya, Forkompimda Kulon Progo dan Segenap Tamu Undangan.

Peserta Gladi lapang ini meliputi  BPBD, Kodim 0731/Kulon Progo, Polres Kulon Progo, Den Brimob Sentolo, SAR, PMI, Tagana dan Ormas lain yang terkait.

Amanat Gubernur DIY yang dibacakan oleh Wabup Kulon Progo, atas nama pribadi dan masyarakat Kulon Progo menyampaikan apresiasi kepada BPBD DIY dan Instansi terkait yang selalu siap dalam menghadapi bencana alam.

Bencana alam bisa terjadi kapan saja, sehingga perlu latihan atau gladi lapang, apabila benar-benar terjadi kita siap menghadapi dan mengatasinya, di Kabupaten Kulon Progo mempunyai potensi bencana alam yang cukup banyak, antara lain putting beliung, tsunami karena sepanjang 24 km wilayah selatan Kulon Progo dari Galur sampai Temon adalah bibir laut selatan, banjir yang bisa terjadi di empat kecamatan yang memiliki dataran rendah yaitu Temon, Panjatan, Galur dan Lendah, gempa bumi karena dekat dengan lempeng Asia, gunung meletus karena dekat dekat Gunung Merapi yang masih aktif dan bahaya kebakaran akibat kekeringan karena di Kulon Progo masih banyak hutan.

Selain itu bahaya jebolnya Waduk Sermo juga perlu menjadi perhatian bagi BPBD baik Kabupaten maupun Propinsi, Gladi Lapang  Penanggulangan Bencana akibat jebolnya Waduk Sermo, yang akan dilaksanakan kali ini hendaknya menjadi tolok ukur untuk menguji kesiapsiagaan personil dan materiil bagi instansi terkait apabila bencana akibat jebolnya waduk itu benar-benar terjadi, sehingga dapat meminimalisir kerugian materiil dan jatuhnya korban jiwa. (yad)

About redaksi

Check Also

Jam 2 Mau, SMPN 4 Tambak & PPKP Baksos nang Sangkrek Kokap

Akhirnya, Bhakti Sosial dengan melakukan droping air bersih ke Dusun Sangkrek, Desa Hargorejo, Kecamatan Kokap, …

One comment

  1. ORARI Lokal Kulonprogo yang ikut aktif berperan serta gak di sebut. Padahal orlok KP sangat vital baik rescue maupun radio

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *