Bela Beli-29: Prasetyo Tritedo dokter Hasto

oleh -182 Dilihat
oleh

Bupati Kulon Progo dr H Hasto Wardoyo, SpOG(K) hanya mengonsumsi makanan sederhana.  Bukan di dalam negeri, ketika berada di Amerika Serikat pun makanan yang dikonsumsi jagung dan singkong rebus. 

Selama beberapa pekan di AS, masak sendiri menu makanannya. Kebetulan tempat menginap terdapat dapur sehingga ada kesempatan masak. Menunya tetap singkong dan jagung rebus. Selain untuk memenuhi janjinya, menu harian itu menyehatkan dan terhindar dari makanan sampah yang menjadi pemicu penyakit degeneratif.

Di lingkungan kerja dan di rumah bahkan ketika di AS, Pak Hasto  panggilan akrabnya, tidak meninggalkan nazar. Tetap tidak makan nasi, apalagi makan roti atau pizza. Makanan pokok jagung dan ketela menjadi menu sehari-hari meskipun di negeri yang paling maju seantero jagad.

Hasto Wardoyo berjanji kepada dirinya untuk tidak makan nasi selama masih ada kepala keluarga miskin di Kulon Progo.  Hal ini dilakukan sebagai wujud empati terhadap warga yang masih sulit dalam membeli beras. Saat menyampaikan janji yang ditulis tangan sendiri dan diberi nama tritedo (tiga makan) itu Hasto tak kuasa menahan tangis. Sesekali bupati berhenti menyatakan janjinya sambil mengusap air mata.

“Sebagai dokter ahli bayi tabung, saya biasa melayani orang golongan menengah ke atas. Saya tidak banyak tahu kalau ternyata banyak keluarga miskin. Saya baru tahu ternyata banyak warga miskin di Kulon Progo yang membeli beras saja masih sulit,” katanya.

Nasi sebagai sumber karbohidrat dalam pandangannya yang banyak berkecimpung dalam bidang kesehatan,  menjadi sumber masalah dengan munculnya penyakit degeneratif.  Makan nasi berpuluh-puluh tahun terkadang berlebihan, menjadi lemak yang tersimpan dalam tubuh sehingga berakibat menganggu kesehatan.  Gangguan pembuluh darah, hipertensi, hiperkolesterol akibat pola makan yang tidak bervariasi.

Selain berjanji tidak akan makan nasi, juga berisi janji bupati tidak akan minum manis selain dari gula produk Kulon Progo. Hal ini dilakukan sebagai dukungan terhadap ekonomi mandiri.

Sedangkan janji yang ketiga bupati tidak mengkonsumsi buah impor sebagai wujud keprihatinan gaya hidup konsumtif terhadap barang impor. Bupati menekankan perlunya menghayati kemiskinan agar dalam kehidupan sehari-hari tidak berlaku boros. Untuk bisa mendorong dan mengentaskan kemiskinan, maka segenap jajaran pemerintahan harus bisa dipercaya.

Kalau aparatnya sudah dipercaya maka apa yang dikatakan dan diperintahkan bisa menjadi idu geni (ludah api) dan diikuti. Sarat untuk bisa dipercaya maka penyelenggara negara harus bersih dan bisa menjadi teladan bagi semua orang.(bersambung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.