Home / KEMAT / Awas Energi Negatif Jika Pegang Keris dengan Tangan Kiri

Awas Energi Negatif Jika Pegang Keris dengan Tangan Kiri

Setelah Jumat Pahing berganti Sabtu Pon, enaknya diskusi keris yang ringan-ringan saja. Diskusi tentang adab memegang sebilah keris. Ini memang masih menjadi perdebatan, tapi ada baiknya memegang keris dengan tangan kanan. Sebab, jika memakai tangan kiri, hanya akan memberi efek negatif, tidak hanya untuk keris yang dipegang tapi juga untuk yang memegang.

Sejarah mencatat, Mahapatih Gajahamada memegang keris dengan tangan kanan, saat mengucapkan Sumpah Palapa yang legendaris. Sebab di sana ada janji suci dengan aura positif. Demikian juga Kanjeng Pangeran Diponegoro. Saat membakar semangat prajuritnya dalam melawan Belanda, selalu mengangkata keris dengan tangan kanan.

“Saya pernah mendapat wejangan dari Bopo MT Arifin kala itu di Rumah Budaya Bimasakti. Kalau kita memegang pusaka atau keris dengan tangan kiri, maka pada saat itu kita tengah mengeluarkan energi negatif yang luar biasa dari pusaka tersebut.  Energi ini dapat berpijar dan menuju sasaran yang dikehendaki dengan efek luar biasa,” kata Ki Setyobudi.

Praktisi Keris yang juga seorang dalang gagrak Banyumasan ini, selalu ingat pesan itu. Di tangan kiri seluruh kekuatan negatif bersemayam, sehingga ia tak pernah berani memegang keris dengan tangan kiri.

Tanggapan pertama tentang diskusi ini, datang dari Ki Ahmad Falduzaman. “Nopo energi negatif niku dados bergesekan antara pusaka, tangan kiri dan badan kita Ki?” kata Ki Ahmad melontarkan tanda tanya.

“Sanes bergesekan, justru lebih menguatkan energi yang ada Ki,” jawab Ki Setyo.

“Malah transfer energi negatif njeh Ki?? Dari tangan kiri ke pusaka??”

Dialog Ki Setyo dan Ki Ahmad terus berlanjut. “Ya, bisa begitu. Tapi yg jelas pancaran energi negatif yg ditimbulkan dari pusaka yg dipegang tangan kiri lebih kuat,” jelas Ki Setyo yang juga seorang spiritualis ternama di Kebumen.

Dengan tangan kosong saja, tambah Setyobudi, sudah sering mendapat pesan dari orangtua jangan memukul dengan tangan kiri. Sebab, akibatnya bisa fatal,  apalagi tangan kiri yang memegang pusaka. Mungkin bisa dibayangkan efeknya

Lalu Ki Ahmad kembali menanggapi dengan pertanyaan, jika sedang bermeditasi dengan memegang pusoko dengan dua tangan apakah energi yang ditransfer netral atau sebaliknya. Menjawab pertanyaan itu, Ki Setyo berkata tenang.

“Injih..meniko ingkang sampun dipun tindakakan kadang kadang saking Purbalingga lan Banyumas, kulo pribadi nate nderek ngraosaken…energinipun sae sanget Ki,” jawabnya sambil menambahkan bahwa  pemancaran energi bisa langsung dirasakan.

Ketua Perkumpulan Tosan Aji ini, lalu melanjutkan bahwa energi bisa sangat membantu suasana setiap orang. “Bopo dokter Bambang Gunawan, nate ngendiko, awit saking energi keris brojol tiang saged tersugesti saged nyepetaken tiang lahiran. Senajan estunipun energi niku sampun wonten awit saking keris brojol dipun yoso dening empunipun. Ini wujud nyata pemahaman tentang pancaran energi positif keris brojol bagi orang yg mau lahiran,” jelasnya.(kib)

About redaksi

Check Also

Menguak Sejarah Keris Dhapur Kebo

Selepas petang, mari berkisah tentang keris Dhapur Maheso atau Kebo. Inilah jenis keris yang termasuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *