Home / KANGBARNO / Ada Tsunami di Selatan Jogja Versi Babad Tanah Jawa

Ada Tsunami di Selatan Jogja Versi Babad Tanah Jawa

Sebagai bangsa Indonesia khususnya masyarakat Jawa, kita bangga terhadap para leluhur yang telah memaknai zamannya dengan karya-karya sastra masterpiece-nya. Salah satu contoh adalah naskah Babad Tanah Jawi atau Babad Tanah Jawa (versi terbitan Balai Pustaka).

Buku yang sangat masyur itu, terdiri dari 31 jilid atau 192 bab. Dimulai dari Sejarah dari Nabi Adam hingga Para Dewa hingga berakhir pada bab Meredam Pemberontakan di Kedu, Dusun Sala menjadi negara bernama Surakarta Adiningrat.

Dalam Babad Tanah Jawi juga ada kisah tentang bencana alam dari laut selatan, yang dalam bahasa masa kini, serupa dengan tsunami. Berikut saya cuplikan penggalannya:

Sutawijaya berangkat ke arah timur, lurus menuju kali Opak (Ompak), terjun ke  sungai dan terus ke laut kidul dengan menghanyutkan diri. Di sungai itu ada ular raksasa bernama Kiai Tunggul Wulung yang pernah ditolong senopati. Ular itu membawa senopati ke laut, berhenti di sawangan. Di situ ia bersemedi lalu masuk ke dalam laut.

Selanjutnya, senopati bertapa menghadap diri sepenuh-penuhnya kepada Allah. Senopati tidak basah air, tetapi air laut berkecipak-kecipak menggelombang bukan kepalang, menimbulkan bencana segala makhluk di lautan.

Datanglah prahara.  pepohonan bertumbangan, gelombang setinggi gunung dengan  suara mengerikan, air samudera memanas, banyak makhluk air mati. Istana laut kidul menjadi geger, seisi laut lalu ribut.

Seluruh penghuninya terkena hawa panas karena cipta dan rasa senopati Sutawijaya yang mengheningkan cipta dengan membaca doa. Keadaan itu mengakibatkan kegelisahan seorang  patih Ratu Kidul yakni Nyi Rara  Kidul, yang istananya ada di kahyangan Dlepih.

Itulah penggalan-penggalan cerita dalam Buku Babad Tanah Jawi, karya sastra sejarah yang katanya berunsur mitologi. Banyak orang mengakui, bahwa Babad Tanah Jawi telah menyedot banyak perhatian dari kaum sejarawan.

Menurut ahli sejarah HJ de Graaf, Babad Tanah Jawi mengandung kebenaran sejarah, terutama peristiwa-peristiwa yang ditulis sejak tahun 1580. Namun peristiwa-peristiwa yang ditulis sebelum tahun itu, de Graaf tidak berani menyebut Babad Tanah Jawi sebagai data sejarah, mengingat banyaknya unsur mitos dan dongeng.

Terus, kapan gempa dan tsunami dahsyat tersebut terjadi? Tidak ada catatan sejarah! Namun, pada abad ke-19 kawasan ini pernah dua kali menjadi bagian dari sumber gempa besar, masing-masing gempa 1840 dan gempa 1867.

Gempa 1840 diduga berkekuatan 7 skala Richter atau lebih, berpusat di daratan Jawa Tengah bagian selatan dan DIY serta dasar laut yang berhadapan dengannya. Sementara gempa 1867 jauh lebih besar dan diduga berkekuatan 8 skala Richter atau lebih dengan sumber gempa merentang mulai dari seluruh Jawa Tengah bagian selatan hingga separuh Jawa Timur bagian selatan.

Jejak kedahsyatan gempa 1867 hingga kini masih terlihat di kawasan Tamansari, sudut barat daya Karaton Kasultanan Yogyakarta. Istana air ini luluh lantak akibat gempa 1867 dan tak pernah lagi diperbaiki sejak saat itu.

Pasca 1867, kawasan ini mengalami sedikitnya dua gempa kuat. Masing-masing pada 27 September 1937 (magnitudo 7,2 skala Richter) dengan sumber di dasar samudera sebelah selatan DIY. Serta, pada 23 Juli 1943 (magnitudo 8,1 skala Richter) dengan sumber di dasar samudera sebelah selatan Cilacap.

Mungkinkah gempa dan tsunami dahsyat akan terjadi di masa mendatang? Sangat mungkin, karena secara geologi, wilayah selatan Jawa merupakan daerah tumbukan lempeng tektonik sebagai pusat sumber gempa.

Dalam buku Theory of The Earth (James Hutton, 1797) ada ungkapan terkenal “The Present is the key to the past”, masa lalu adalah kunci masa kini. Analog dengan ungkapan tersebut “The past is the key to the Future”, masa lalu adalah kunci masa mendatang. Artinya, kalau di masa lalu pernah terjadi gempa dan tsunami dahsyat, maka tidak tertutup kemungkinan di masa mendatang akan terjadi kembali. Waspadalah!

(diolah dari berbagai sumber)

About redaksi

Check Also

Hasil Turnamen Sahabat Ngopi Cup, Ini Bibit Bulutangkis Kulon Progo dari Perantauan

Gelaran Turnamen Bulutangkis Sahabat Ngopi II selesai digelar selama dua hari, Sabtu dan Minggu kemarin. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *