Home / KANGBARNO / 10 tahun KPDJ, Kopdar Akbar Digelar di Purwakarta
Tokoh-tokoh KPDJ sedang menggelar pertemuan.

10 tahun KPDJ, Kopdar Akbar Digelar di Purwakarta

Tanggal 1  Desember 2019, akan jadi hari bersejarah bagi  anak-anak muda Kulon Progo di Jabodetabek (KPDJ). Sebab, Desember adalah bulan perayaan bagi mereka. Dan, tahun ini, KPDJ genap berusia 10 tahun.

Ada hajatan besar yang dikemas dalam Kopdar Akbar. Tempatnya di Purwakarta pada 1  Desember 2019 nanti. Menurut rencana akan ada 1.000an anggota KPDJ yang hadir dalam perayaan ulangtahun kali ini. Sejumlah agenda digelar, mulai dari bhakti sosial hingga hiburan.

Bagi masyarakat Kulon Progo, eksistensi KPDJ sudah diakui. Tidak hanya di tengah masyarakat perantau, tapi juga masyarakat di Kulon Progo. Apalagi, selama ini, KPDJ juga banyak melakukan kegiatan di banyak wilayah di Kulon Progo. Terutama kegiatan sosial seperti bedah rumah atau santunan.

Sejarah berdirinya KPDJ juga berawal dari keinginan untuk bisa terlibat dalam banyak aktivitas di tengah masyarakat. Riwayat lahirnya KPDJ diceritakan oleh Suyatno, sesepuh komunitas ini. Pria yang biasa disapa Mbah Ali Monsa itu, menyebut nama Akhid Masduki dan Tyo Sapto sebagai inisiator organisasi ini.

“Group KPDJ ini berawal dari ideteman kita yang bernama Akhid Masduki. Ketika itu beliau  baru saja pulang dari Palembang selesai kerja di sana. Sesampainya di Bogor, mendapat   inbox  dari Tyo Sapto, salah satu pendiri group dunia maya yang ada di Kulon Progo,” jelasnya.

Mereka berdiskusi untuk membentuk Komunitas atau Kumpulan Orang-orang Kulon Progo yang ada di Jabodetabek. Lalu, pada tanggal 16 Desember 2009, Group Kulon Progo Di Jabodetabek terbentuk.

“KPDJ juga sebagai ajang tali silaturahmi antar warga Kabupaten Kulon Progo Di Jabodetabek yang bekerja, kuliah dan lain-lain saling berinteraksi. Terutama di dunia maya untuk sesekali bisa saling bertemu di dunia nyata,” tambah Mbah Yanto yang alumni SMP Monsa.

Organisasi KPDJ kemudian godog bentuknya. Yang pertama, gambar Nyi Ageng Serang menaiki kuda sebagai ciri khas orang Kulon Progo, dijadikan simbol pemersatu. “Patung Nyi Ageng Serang di Proliman Wates adalah patung identitas sekaligus kebanggaan warga Kulon Progo,” ungkapnya.

Memang, selain menjalin tali silatutohmi, tujuan KPDJ ingin meningkatkan rasa bangga sebagai warga Kabupaten Kulon Progo walaupun  jauh diperantauan. Rasa cinta terhadap tanah kelahiran tidak akan pudar.

“Visi KPDJ ialah mengumpulkan warga Kabupaten Kulon Progo yang berada di Jabodetabek. Selain itu juga menggalang dana untuk anak-anak Yatim Piatu yang berada di Kulon Progo. Misi KPDJ, menjalin tali silaturohmi antar warga Kabupaten Kulon Progo yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu,” demikian kata Mbah Ali Monsa. (kib)

About redaksi

Check Also

Alumni SMPN 4 Tambak lan PPKP Siap-siap Baksos nang Kokap

Kemarau panjang yang melanda Kulon Progo, mengundang warga dari berbagai daerah untuk menyuplai air bersih. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *