Home / KANGBARNO / 1 Desember, Cah Nom-nom Kulon Progo Ayo Kopdar Akbar nang Purwakarta

1 Desember, Cah Nom-nom Kulon Progo Ayo Kopdar Akbar nang Purwakarta

Dinten meniko, Ahad, 24 November 2019, persiapan Kopdar Akbar KPDJ, sampun rampung sedoyo. Nem dinten mengajeng, poro sederek KPDJ dipun aturi rawuh wonten ing Purwakarta, Jawa Barat. 

Kopdar Akbar anak-anak muda Kulon Progo di Jabodetabek (KPDJ), ini akan digelar 1 Desember 2019 di Aula Yon Armed 9 Jl Raya Sadang-Subang, Purwakarta.

Pada Desember 2019, Kopdar Akbar KPDJ sudah memasuki tahun penyelenggaraan ke-19. Acara yang dirancang meriah ini, sekaligus perayaan Ulang Tahun KPDJ yang genap berusia 10 tahun. Semua  Koordinartor Wilayah (Korwil) KPDJ sudah menyatakan siap datang.

Korwil Tangerang misalnya, sudah menyiapkan personilnya untuk berangkat bareng-bareng. Rombongan akan menggunakan sejumlah bis.”Kita sengaja menyewa bisa, supaya tidak lebih kompak. Kalau berangkat sendiri-sendiri, rasanya kurang gayeng,” kata Dwi Marsudi, salah seorang pembina KPDJ saat rapat terakhir dengan Korwil Tangerang, kemarin.

KPDJ memang menjadi wadah anak-anak muda Kulon Progo di perantauan yang selalu kompak. Semua kegiatan digotong bersama. Berdirinya komunitas ini juga berawal dari keinginan untuk saling membantu, saling menjaga silaturahmi.

Selain itu, sejarah berdirinya KPDJ juga diorong oleh keinginan untuk bisa terlibat dalam banyak aktivitas di tengah masyarakat. Riwayat lahirnya KPDJ diceritakan oleh Suyatno, sesepuh komunitas ini. Pria yang biasa disapa Mbah Ali Monsa itu, menyebut nama Akhid Masduki dan Tyo Sapto sebagai inisiator organisasi ini.

“Group KPDJ ini berawal dari ideteman kita yang bernama Akhid Masduki. Ketika itu beliau  baru saja pulang dari Palembang selesai kerja di sana. Sesampainya di Bogor, mendapat   inbox  dari Tyo Sapto, salah satu pendiri group dunia maya yang ada di Kulon Progo,” jelasnya.

Mereka berdiskusi untuk membentuk Komunitas atau Kumpulan Orang-orang Kulon Progo yang ada di Jabodetabek. Lalu, pada tanggal 16 Desember 2009, Group Kulon Progo Di Jabodetabek terbentuk.

“KPDJ juga sebagai ajang tali silaturahmi antar warga Kabupaten Kulon Progo Di Jabodetabek yang bekerja, kuliah dan lain-lain saling berinteraksi. Terutama di dunia maya untuk sesekali bisa saling bertemu di dunia nyata,” tambah Mbah Yanto yang alumni SMP Monsa.

Organisasi KPDJ kemudian godog bentuknya. Yang pertama, gambar Nyi Ageng Serang menaiki kuda sebagai ciri khas orang Kulon Progo, dijadikan simbol pemersatu. “Patung Nyi Ageng Serang di Proliman Wates adalah patung identitas sekaligus kebanggaan warga Kulon Progo,” ungkapnya.

Memang, selain menjalin tali silatutohmi, tujuan KPDJ ingin meningkatkan rasa bangga sebagai warga Kabupaten Kulon Progo walaupun  jauh diperantauan. Rasa cinta terhadap tanah kelahiran tidak akan pudar.

“Visi KPDJ ialah mengumpulkan warga Kabupaten Kulon Progo yang berada di Jabodetabek. Selain itu juga menggalang dana untuk anak-anak Yatim Piatu yang berada di Kulon Progo. Misi KPDJ, menjalin tali silaturohmi antar warga Kabupaten Kulon Progo yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu,” demikian kata Mbah Ali Monsa. (djo)

About redaksi

Check Also

Campursari & Wayang Virtual: Tetap Gayeng Nonton dari Rumah

Pandemi belum berakhir, tapi berkesenian tidak boleh berhenti. Dan, Sahabat Ngopi bersama komunitas Kulon Progo …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *