Home / KANGBARNO / 1.407 Tahun Galuh-3: bahasa Ngapak Sisa Kejayan Galuh Purba
kirab memperingati 1.407 Galuh

1.407 Tahun Galuh-3: bahasa Ngapak Sisa Kejayan Galuh Purba

Dinasti Syailendra naik panggung, menandai surutnya pamor Galuh Purba di kaki Gunung Slamet. Tak ingin benar-benar kalah bersinar, Galuh Purba dibawa ke barat menuju Kawali. Inilah yang kemudian disebut Galuh Kawali.

Tapi rupanya, sisa-sisa Galuh Purba tidak semua dibawa ke barat. Sebab, muncul Galuh Kalingga sebagai penerusnya di wilayah tengah pulau Jawa. Negeri ini justru lebih maju dibandingkan dengan Galuuh Kawali yang berada di bawah kekuasaan Kerajaan Tarumanegara. Barangkali oleh sebab sama-sama penerus Galuh Purba, terjadilah persekutuan antara Galuh Kalingga dengan Galuh Kawali. Hasilnya, Galuh Kawali mampu memerdekan diri dari pengaruh Tarumanegara.

Dengan kemerdekaan yang membebaskan diri dari Tarumanegara, Galuh Kawali menata diri. Selanjutnya menyebut negerinya sebagai Kerajaan Galuh yang pusat pemerintahannya dipindah ke Banjar Pataruman.  Konon, Kerajaan Galuh di Banjar Pataruman ini, yang selanjutnya diteruskan hingga ke Kerajaan Pajajaran yang indentik dengan kerajaan besar di Jawa Barat.

Tapak sejarah Galuh Purba di kaki Gunung Slamet, memang tidak mudah dilacak. Tapi menurut E.M. Uhlenbeck yang melakukan kajian bahasa yang menerbitkan buku tahun 1964 dengan judul A Critical Survey of Studies on the Languages of Java and Madura, ada jajak yang abadi hingga kini: bahasa ngapak orang Banyumas.(TAMAT)

About redaksi

Check Also

Hasil Turnamen Sahabat Ngopi Cup, Ini Bibit Bulutangkis Kulon Progo dari Perantauan

Gelaran Turnamen Bulutangkis Sahabat Ngopi II selesai digelar selama dua hari, Sabtu dan Minggu kemarin. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *